Projo Bicara Mafia PCR, Dulu Tes COVID Capai Rp 2,5 Juta-Kini Rp 300 Ribu

Rakhmad Hidayatulloh Permana - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 11:15 WIB
Presiden Joko Widodo meminta penurunan harga tes PCR menjadi Rp 300 ribu. Kemenkes menyatakan akan mengecek terlebih dahulu dan melakukan perhitungan.
Foto ilustrasi tes PCR. (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ormas Pro Jokowi (Projo) bicara soal mafia PCR yang merampok rakyat. Dugaan soal mafia ini muncul setelah Presiden Jokowi memerintahkan penurunan harga PCR hingga maksimal Rp 300 ribu. Memang sebelumnya harga PCR jauh lebih tinggi sebelum ada keputusan Jokowi. Jika ditengok ke belakang, harga tes PCR ini dulu bahkan pernah mencapai Rp 2,5 juta.

Sebagaimana diketahui, perintah Presiden Jokowi agar harga tes PCR ini diturunkan menyusul tes PCR sebagai syarat naik pesawat. PCR sendiri merupakan alat diagnosis Corona yang paling akurat di antara tes-tes yang lain.

Meskipun kini harganya di kisaran ratusan ribu rupiah, harga tes PCR pernah menyentuh angka Rp 2,5 juta. Dirangkum detikcom, Kamis (28/10/2021), berikut ini perjalanan tes PCR.

Harga Tes PCR Rp 2,5 Juta

Harga tes PCR pernah mencapai jutaan rupiah. Hal ini salah satunya diungkap oleh Satgas Penanganan COVID-19. Satgas mengungkap ada rumah sakit yang mematok harga tes PCR atau tes swab hingga Rp 2,5 juta. Padahal harga sekali pemeriksaan spesimen tidak lebih dari Rp 500 ribu.

"Demikian juga harga, ada rumah sakit yang mematok harga tes PCR swab sampai di atas Rp 2,5 juta. Padahal harga rutin atau harga yang bisa kita lihat sebenarnya tidak akan lebih dari Rp 500 ribu per unit atau per sekali pemeriksaan spesimen," kata Ketua Satgas COVID-19 saat itu Doni Monardo dalam rapat di Komisi VIII DPR, Kamis (3/9/2020).

Namun, tes PCR sebenarnya bisa dilakukan tanpa biaya jika dilakukan di puskesmas.

Karena harganya mahal, muncul dorongan agar harga tes PCR dan swab dikendalikan. Pakar epidemiologi dari Universitas Airlangga, Laura Navika Yamani, mendorong pemerintah bisa mengendalikan harga tes swab. Menurutnya, dengan harga yang terjangkau, nantinya masyarakat akan sadar menjalani tes swab mandiri.

"Untuk harga pemeriksaan memang harus diberikan standar oleh pemerintah agar tidak menjadi bisnis bagi beberapa pihak. Selain itu, dengan harga yang terjangkau juga dapat mendorong masyarakat untuk melakukan pemeriksaan mandiri, terutama masyarakat yang menyadari mereka dengan mobilitas tinggi ataupun meringankan instansi jika biaya terjangkau untuk melakukan pemeriksaan rutin bagi pegawai dengan mobilitas tinggi," kata Laura saat dihubungi detikcom, Minggu (28/9/2020).

Saksikan juga: d'Mentor: Awas Manipulasi Robot Trading

[Gambas:Video 20detik]