Projo Bicara Mafia PCR Perampok Rakyat

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Okt 2021 10:48 WIB
Presiden Joko Widodo meminta penurunan harga tes PCR menjadi Rp 300 ribu. Kemenkes menyatakan akan mengecek terlebih dahulu dan melakukan perhitungan.
Foto Ilustrasi Tes PCR (Grandyos Zafna/detikcom)
Jakarta -

Ormas Pro Jokowi (Projo) mengapresiasi langkah Presiden Jokowi menurunkan biaya tes COVID-19 PCR hingga maksimal Rp 300 ribu. Meski demikian, Projo menyebut ada mafia PCR yang merampok rakyat.

Menurut Ketua Satgas Nasional Gerakan Percepatan Vaksinasi COVID-19 DPP Projo Panel Barus, memotong biaya PCR menjadi Rp 300 ribu adalah langkah awal Presiden Jokowi memberantas mafia. Langkah awal tersebut diyakini akan diikuti keputusan tegas berikutnya.

"Presiden sudah tahu bahwa mafia PCR telah merampok rakyat yang kesusahan karena pandemi. Mafia itu parasit, benalu, dalam penanganan COVID-19," kata Panel Barus dalam pernyataannya pada Kamis (28/10/2021).

Panel menilai aneh ketika pandemi Corona sedang ganas masyarakat dapat menggunakan antigen dan Genose. Tapi sekarang, ketika kasus melandai, malah dimonopoli PCR.

"Apa gunanya percepatan dan perluasan vaksinasi?" ujar Panel Barus.

Dia meminta masyarakat terus memantau harga PCR di lapangan. Panel menjelaskan bahwa harga tes PCR yang tinggi, bahkan mencapai Rp 1 juta, jelas tidak masuk akal. Selain harganya tidak wajar, tes PCR tidak diperlukan lagi ketika vaksinasi sudah masif dan meluas.

Pada awal pandemi COVID-19, harga PCR bisa Rp 2-3 juta. Saat ini bisa diberlakukan harga Rp 300 ribu. Panel Barus mempersilakan masyarakat menghitung sendiri berapa selisih uang rakyat yang sudah disedot mafia PCR selama setahun pandemi.

Baca selengkapnya di halaman berikutnya.

Simak Video: Harga Pasaran Turun, Tes PCR Pun Ikut Turun

[Gambas:Video 20detik]