7 Jam Diperiksa KPK, Wakil Ketua DPRA Ditanya Kapal Aceh Hebat-Penganggaran

Agus Setyadi - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 17:55 WIB
Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin (Agus Setyadi-detikcom)
Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin (Agus Setyadi/detikcom)
Jakarta -

Wakil Ketua DPR Aceh Safaruddin dimintai keterangan selama tujuh jam oleh KPK. Safar mengaku ditanya soal penganggaran hingga Kapal Aceh Hebat.

Pantauan detikcom, Safar keluar dari ruang pemeriksaan di lantai 3 kantor BPKP Provinsi Aceh sekitar pukul 16.49 WIB, Rabu (27/10/2021). Dia keluar bersama anggota DPR Aceh Zulfadli.

Pemeriksaan terhadap Safar berlangsung sekitar tujuh jam. Politikus Partai Gerindra itu tiba dilokasi pemeriksaan sekitar pukul 09.25 WIB tadi.

"Materinya hampir sama dengan yang lain, soal (Kapal) Aceh Hebat, juga ada disinggung. Cuma, karena tidak menyangkut di periode kita, mungkin terbatas pertanyaan itu," kata Safaruddin kepada wartawan.

Dia mengatakan pertanyaan yang diajukan penyidik KPK lebih ke tugas dan fungsinya di DPR Aceh. Safar mengaku tidak ingat jumlah pertanyaan yang diberikan penyidik.

"Pertanyaan lain mungkin banyak hal terkait perencanaan-penganggaran setiap tahun. Lebih banyak pada tugas dan fungsi kami DPR saja," jelas Safaruddin.

Dia mengaku sudah menyampaikan semua hal yang diketahuinya berkaitan proses penyelidikan KPK. Dia menyebut proses pemeriksaan berjalan dengan baik.

"Berkembang nanti seakan-akan DPR itu di posisi mana saya katakan bahwa DPR ikut mendukung kerja-kerja KPK dan tentunya kita mengharapkan ke depan Aceh jadi lebih baik dengan pemantauan dan pengawasan penegak hukum, baik KPK maupun siapa pun," sebut Safaruddin.

Sebelumnya, Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri membenarkan adanya pemeriksaan sejumlah pejabat dan anggota DPR Aceh di gedung BPKP Aceh. Pemeriksaan dilakukan mulai Senin (25/10).

"Informasi yang kami terima, terkait permintaan keterangan dan klarifikasi dalam kegiatan penyelidikan oleh KPK," kata Ali saat dimintai konfirmasi detikcom, Jumat (22/10).

Ali belum membeberkan mereka diperiksa terkait kasus apa. Dia mengaku perkembangan seluruh kegiatan KPK akan disampaikan lebih lanjut.

"Karena masih tahap proses penyelidikan, saat ini kami belum bisa sampaikan lebih jauh mengenai detail materinya," jelas Ali.

(agse/dwia)