Tolak Politik Identitas, Mardani Andaikan Pemilih PDIP Pilih Dirinya

Eva Safitri - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 17:14 WIB
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Mardani Ali Sera (Rahel/detikcom)
Jakarta -

Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menginginkan politik identitas tak terjadi dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Untuk mencegah adanya identitas politik, dia bahkan membuat perumpamaan kalau pemilih PKS boleh saja memilih Ganjar Pranowo.

Hal itu diungkapkan Mardani dalam diskusi 'Merawat Persatuan dan Menolak Politik Identitas Menjelang Pilpres 2024' di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (27/10/2021).

"Sebetulnya kalau orang Jawa memilih orang Jawa, dan orang Padang memilih orang Padang, misalnya, itu sih sesuatu yang tidak masalah, tetapi politik identitas yang saya maksudkan ketika kita mulai membuat garis, menimbulkan kebencian, bahkan menghilangkan keadilan," kata Mardani.

"Bahkan saya mendorong pemilih PKS memilih Ganjar bagus buat saya, pemilih PDIP memilih saya, misalkan, bagus, asalkan ada dasar-dasarnya," lanjutnya.

Dia berharap setiap partai tidak untuk memprovokasi pemilih. Menurut Mardani, hal itulah yang harus dihilangkan.

"Kalau politik identitas pokoknya nggak boleh dipilih karena ini, nah ininya itu tidak rasional dan tidak ada dasar, buat saya. Ini yang harus kita lenturkan, kita harus punya prinsip," ujarnya.

Karena itulah, PKS, kata Mardani, memiliki prinsip untuk bekerja sama dengan sosok-sosok yang memiliki integritas. Tanpa memandang ras, agama, ataupun sukunya.

"Makanya kami di PKS punya prinsip integritas. Siapa pun Anda, agama apa pun, ras apa pun, suku apa, bahkan orientasi apa pun, kalau selama punya integritas, kita bisa kerja sama. Tapi kalau Anda nggak punya integritas, kita menolak untuk kerja samanya, terima kasih," ujarnya.

Simak juga 'PKS Tak Terima Jadwal Pemilu Dimundurkan di Mei 2024':

[Gambas:Video 20detik]



(eva/gbr)