Anggota DPR soal Temuan Kecurangan Seleksi ASN Modus Remote Access: Bencana!

Dwi Andayani - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 07:36 WIB
Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKS Mardani Ali Sera, di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (9/11/2020).
Foto: Mardani Ali Sera (detikcom)
Jakarta -

Badan Kepegawaian Negara (BKN) dan BSSN melakukan penyelidikan dan menemukan adanya indikasi kecurangan dengan modus remote access dalam seleksi CASN di Buol, Sulteng. Anggota Komisi II DPR RI Mardani Ali Sera menilai hal ini merusak sistem yang telah dibangun dan akan menghasilkan ASN yang tak berkualitas.

"Ini bencana jika benar terjadi. Merusak sistem yang sudah dibangun dan tidak menghasilkan ASN berkualitas," ujar Mardani kepada wartawan, Senin (25/10/2021).

Mardani mengatakan BKN harus inisiatif untuk mengambil langkah investigas. Menurutnya harus ada yang bertanggung jawab terkait kejadian ini.

"Mesti ada investigasi dan ada yang bertanggung jawab," kata Mardani.

"BKN harus ambil inisiatif investigasi," sambungnya.

Mardani juga menyebut akan membahas masalah ini dalam rapat dengar pendapat (RDP) Komisi II DPR dan BKN.

"Kami akan bawa dalam RDP dengan BKN di Komisi II," tuturnya.

Sebelumnya BKN dan BSSN menyelidiki tentang viral dugaan kecurangan seleksi CASN beredar di media sosial. Hasilnya ditemukan adanya indikasi kecurangan dengan modus remote access dalam seleksi CASN di Buol, Sulteng.

"Dari hasil penyelidikan tersebut, BKN bersama BSSN menemukan adanya indikasi kecurangan pada pelaksanaan SKD CASN di Tilok Mandiri Instansi Pemerintah Kabupaten Buol yang dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab yang ingin merusak sistem seleksi CASN Nasional dengan modus remote access," kata Kepala Biro Hukum, Humas dan Kerjasama BKN, Satya Pratama dalam keterangan tertulisnya, Senin (25/10/2021).

Tim penyelidik menemukan sejumlah bukti yang mendukung indikasi kecurangan tersebut, diantaranya:

1. Pengaduan masyarakat atas dugaan kecurangan;
2. Hasil audit trail aplikasi CAT BKN terhadap aktivitas peserta seleksi selama pelaksanaan seleksi;
3. Laporan kegiatan forensik digital pada perangkat yang digunakan;
4. Laporan penyelidikan internal oleh Instansi Pemerintah Kabupaten Buol;
5. Hasil pemeriksaan terhadap petugas pelaksanaan seleksi baik dari BKN maupun Instansi Pemerintah Kabupaten Buol;
6. Rekaman Kamera Pengawas (CCTV).

Simak juga Video: Apa Jadinya Tes CPNS Rasa Squid Game?

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/mae)