Gubsu Berang Ada Atlet Catur Marga Sihite tapi Tak Bela Sumut di PON

Ahmad Arfah Fansuri Lubis - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 12:14 WIB
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah-detikcom)
Gubsu Edy Rahmayadi (Ahmad Arfah/detikcom)
Medan -

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi bercerita soal dirinya yang menyaksikan PON di Papua. Edy mengaku geram karena ada atlet bermarga Batak yang tidak membela Sumut.

Hal itu disampaikan Edy Rahmayadi saat penyerahan hadiah lomba inovasi bagi organisasi perangkat daerah di Aula Tengku Rizal Nurdin, rumah dinas Gubsu, Medan. Edy awalnya menyampaikan prestasi Sumut yang turun saat PON.

"PON masih jauh sekali juaranya, tapi ke depan tak ada alasan, begitu banyak orang-orang kita yang jago," kata Edy, Rabu (27/10/2021).

Edy mengatakan dirinya melihat kontingen Sumut di cabang catur kekurangan satu orang untuk bertanding. Dia mempertanyakan mengapa tim Sumut bisa kekurangan orang.

"Saya ingin sampaikan, tempat pertandingan catur itu sebesar ini (aula Tengku Rizal Nurdin). Bersaf, ada lima saf pertandingan catur. Dari 34 provinsi, Sumatera Utara itu kurang satu timnya," ujar Edy.

Edy mengaku berteriak ke arah atlet catur asal Sumut. Menurutnya, tiga atlet yang ada di lokasi menyebut tim catur Sumut kekurangan orang.

"Saya datang ke situ Saudara-saudara, berteriak saya 'kenapa kalian hanya tiga?'. Kurang satu, Pak, kenapa kurang satu, pemainnya tak ada," tuturnya.

Dia pun heran mengapa atlet Sumut kurang satu orang padahal banyak atlet catur bermarga Batak. Edy mengaku kesal melihat kondisi tersebut.

"Sepanjang dua saf itu orang Batak semua. Orang Batak semua di sini, kenapa pemain Sumut kurang satu. Kelakuan juga kalian-kalian orang Batak ini, ampun saya," ujarnya.

Edy mengaku lebih kesal karena ada atlet bermarga Batak yang menjadi juara. Menurutnya, atlet itu bukan perwakilan Provinsi Sumut.

"Ada marga Sihite, perempuan, masih gadis. Juara catur dunia (asal) Jawa Timur dikalahkan sama dia. Saya datangi, saya pegang kepalanya, saya lihat marganya Sihite. 'Kurang ajar kau' saya bilang. Pemain perempuan Sumut tak ada, tapi Sihite, juara dunia dikalahkan sama dia," sebut Edy.

"Kau orang mana? 'Orang Batak' (jawab atlet itu). Kenapa kau mau dari Kalimantan? 'Emak saya di kampung Anggrung' (jawab atlet). Sontoloyo, saya bilang," pungkas Edy.

(haf/haf)