Harta Karun di Sungai Musi Temuan Lama, Sebagian Berada di Luar Negeri

Jabbar Ramdhani - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 12:10 WIB
harta karun sriwijaya
Harta karun Sriwijaya (Raja/detikcom)
Jakarta -

Penemuan harta karun diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi, Sumatera Selatan (Sumsel), menjadi sorotan internasional. Badan pelestari cagar budaya di Indonesia memberi tanggapan.

Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jambi Agus Widiatmoko mengatakan pihaknya telah melakukan survei ke Sungai Musi, Desa Cengal, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Air Sugihan, Karang Agung, dan beberapa lokasi lain. Dia mengatakan harta karun peninggalan Sriwijaya itu ditemukan di tempat lain.

"Jadi perlu diketahui bahwa temuan tersebut tidak hanya berasal dari Sungai Musi, tapi dari beberapa daerah lain seperti telah disebutkan tersebut," kata Agus dalam keterangannya, Rabu (27/10/2021).

Dia mengatakan BPCB Jambi juga telah melakukan beberapa upaya ganti rugi atau imbal jasa temuan yang berasal dari daerah tersebut. Pihaknya juga terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat.

"BPCB Jambi juga telah melakukan sosialisasi Pelestarian Cagar Budaya di Kota Kayu Agung, Kabupaten Ogan Komering Ilir, terhadap masyarakat tempat temuan berasal di Pantai Timur Sumatera Selatan, agar bisa mencegah kejadian ini bisa berulang," tuturnya.

arkeologiSejumlah harta karun diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya ditemukan nelayan dari Sungai Musi (Foto: Wreckwatch)

Agus mengatakan pihaknya juga telah mengunjungi komunitas pengumpul benda-benda kuno di Kota Palembang dan melakukan pendekatan untuk mendaftarkan benda kuno tersebut sebagai cagar budaya serta mencegah penjualan ke luar negeri.

Kabar harta karun itu menjadi sorotan karena banyaknya jenis temuan. Barang yang ditemukan pun sangat luar biasa, dari koin, cincin, permata raja, hingga patung Buddha abad ke-8.

Agus mengatakan keberadaan harta karun peninggalan Sriwijaya itu sebagai berita lama.

"Temuan yang saat ini sudah berada di luar negeri merupakan temuan lama, yang beritanya kembali mencuat karena pemberitaan media, karena terdapat peneliti Inggris yang akan membuat laporan dalam bentuk jurnal," kata dia.

Simak berita selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tonton juga tayangan e-Life yang mengupas kenapa pria tega memaksa pasangannya aborsi di bawah ini:

[Gambas:Video 20detik]



Harta Karun Sriwijaya di Sungai Musi

Penemuan harta karun diduga peninggalan Kerajaan Sriwijaya di Sungai Musi menjadi sorotan internasional. Benda itu ditemukan para nelayan lokal yang menyelam ke Sungai Musi.

Seperti dilansir The Guardian, Selasa (26/10), harta karun peninggalan Sriwijaya ini ditemukan oleh nelayan. Benda berharga itu ada di dasar Sungai Musi, Palembang, Sumsel.

Temuan luar biasa itu terdiri dari koin, permata raja, hingga patung Buddha yang disebut dibuat pada abad ke-8. Patung Buddha itu disebut bertatah permata bernilai jutaan poundsterling.

Arkeolog maritim Inggris, Dr Sean Kingsley, bahkan membandingkan temuan ini dengan cerita fiksi Sinbad si Pelaut. Situs harta karun itu juga mengembalikan ingatan pada dongeng tentang Pulau Emas.

"Dalam lima tahun terakhir, hal-hal luar biasa telah muncul. Koin dari semua periode, patung emas dan Buddha, permata, segala macam hal yang mungkin Anda baca di Sinbad the Sailor dan mengira itu dibuat-buat. Itu benar-benar nyata," kata dia.

Kingsley menggambarkan penemuan harta karun itu menjadi bukti definitif bahwa Sriwijaya adalah 'dunia air'. Di mana orang-orangnya tinggal di sungai seperti manusia perahu modern.

Menurutnya, cerita itu seperti yang dicatat oleh teks-teks kuno: "Ketika peradaban berakhir, rumah kayu, istana, dan kuil mereka semua tenggelam bersama semua barang-barang mereka".

Penelitian akan diterbitkan dalam edisi terbaru majalah Wreckwatch, yang diedit oleh Kingsley. Studi Sriwijaya merupakan bagian dari publikasi musim gugur setebal 180 halaman yang berfokus pada China dan Jalur Sutra Maritim.

Kingsley mencatat, pada puncaknya, Sriwijaya mengendalikan arteri Jalan Sutra Maritim, pasar kolosal di mana barang-barang lokal, China, dan Arab diperdagangkan.

"Sementara dunia Mediterania barat memasuki zaman kegelapan pada abad kedelapan, salah satu kerajaan terbesar di dunia muncul di peta Asia Tenggara. Selama lebih dari 300 tahun penguasa Sriwijaya menguasai jalur perdagangan antara Timur Tengah dan kekaisaran China. Sriwijaya menjadi persimpangan internasional untuk produk terbaik zaman itu. Penguasanya mengumpulkan kekayaan legendaris," ujarnya.

"Dari dangkal telah muncul emas dan permata berkilauan yang cocok dengan kerajaan terkaya ini--mulai dari alat perdagangan dan senjata perang hingga peninggalan agama. Dari kuil-kuil dan tempat-tempat pemujaan yang hilang telah muncul patung-patung Buddha perunggu dan emas, pengetuk pintu kuil perunggu bergambar wajah iblis Kala, dalam legenda Hindu kepala mitos Rahu yang mengaduk lautan untuk membuat ramuan keabadian. Lonceng biarawan perunggu dan cincin upacara emas bertatahkan batu rubi dan dihiasi dengan tongkat vajra emas bercabang empat, simbol Hindu untuk petir, senjata pilihan dewa," tulisnya.

(jbr/idh)