Mengenal Upacara Sudhi Wadani yang Dijalani Sukmawati Soekarnoputri

Sui Suadnyana - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 10:58 WIB
Buleleng -

Putri Presiden RI ke-1, Sukarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, kini memeluk Hindu setelah menjalani upacara Sudhi Wadani. Upacara tersebut dilaksanakan di Merajan (Pura) Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Bali.

"Upacara Sudhi Wadani adalah upacara agama Hindu dalam rangka pengukuhan atau pengesahan ucapan atau janji seseorang yang secara tulus ikhlas dan hati yang suci menyatakan menganut agama Hindu dan menjalankan semua ajaran yang terkandung di dalamnya," demikian dalam keterangan tertulis yang dikutip detikcom seizin Jero Mangku Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Gde Made Swardhana, Rabu (27/10/2021).

Swardhana menyebutkan Sudhi Wadani merupakan upacara Hindu yang dicetuskan secara sah dalam Keputusan Seminar 'Kesatuan Tafsir terhadap Aspek-aspek Agama Hindu'. Seminar ini diselenggarakan pada 18-20 Februari 1981 di Denpasar, dengan maksud memberi pengesahan status seseorang yang sebelumnya bukan penganut Hindu.

"Sudhi Wadani berasal dari kata 'sudhi' dan 'wadani'. 'Sudhi' dari bahasa Sanskerta yang berarti penyucian, persembahan, upacara pembersihan/penyucian. Kata yang sepadan dengan sudhi adalah suddha, yang berarti bersih, suci, cerah, putih tanpa cacat atau cela," jelasnya.

"Wadani berarti banyak perkataan, banyak pembicaraan. Adapun bentuk-bentuknya seperti wadana yang berarti muka, mulut, perilaku/cara berbicara. Wadanya yang berarti fasih berbicara, ramah, banyak bicara," imbuh Swardhana.

Swardhana menjelaskan Sudhi Wadani dapat diartikan dengan 'kata-kata penyucian'. "Dalam pengukuhan ini yang menjadi saksi utama adalah Sang Hyang Widhi (Tuhan), yang bersangkutan sendiri, dan pimpinan Parisada Hindu Dharma Indonesia atau yang ditunjuk untuk mewakili acara dimaksud," paparnya.

"Pengertian Sudhi Wadani itu berarti janji atau pengukuhan seseorang menjadi umat Hindu, maka hal yang paling utama harus dimiliki ialah kesucian pikiran dan niat yang tulus dari pelaksanaan upacara itu sendiri," imbuh Swardhana.

Simak berita lengkapnya du halaman berikutnya.