Round-Up

Terungkap Cerita di Balik Sukmawati Soekarnoputri Pindah Agama

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 07:40 WIB
Jakarta -

Putri dari Presiden Sukarno, Sukmawati Soekarnoputri, resmi berpindah agama dari Islam ke Hindu. Kepada publik, dia mengungkapkan alasan beralih keyakinan itu.

Sukmawati menjalani ritual pindah ke agama Hindu di Bali pada Selasa (26/10/2021), tepat di ulang tahunnya yang ke-70. Prosesi tersebut dilaksanakan di rumah ibunda Bung Karno, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben, di Buleleng, Bali.

Upacara inti Sudhi Wadani yang dijalani Sukmawati Soekarnoputri dilakukan di Merajan (Pura) Dadia Pasek Baleagung Buleleng. Dalam prosesi itu juga dilakukan penandatanganan surat yang disaksikan oleh berbagai pihak, terutama Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI).

"Itu (Sudhi Wadani) ring (di) merajan dan penandatanganan disaksikan (atau) upasaksi dari Parisada (Hindu Dharma Indonesia) dan dipuput oleh pinandita-pinandita yang sudah ditunjuk panditanya. Selesai Sudhi Wadani, selesai sudah acaranya, kenten (begitu)," kata Panglingsir Dadia Pasek Baleagung Buleleng, Made Hardika, saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/10/2021).


Prosesi Sudhi Wadani Sukmawati Soekarnoputri dipimpin oleh beberapa orang pandita (pendeta) dan satu orang pemangku Merajan Dadia Pasek Baleagung Singaraja. Namun Hardika mengaku tak hafal nama para pinandita tersebut.

Sebelum menjalani prosesi Sudhi Wadani hari ini, sehari sebelumnya, Sukmawati Soekarnoputri mengikuti prosesi pembersihan diri (panglukatan). Setelah itu, dilakukan ritual medengen-dengen, yang juga bermakna pembersihan.

Setelah berpindah ke agama Hindu, Sukmawati kini memiliki nama pemberian. Nama ini diberikan pemimpin puri yang disebut penglingsir.

"Kanjeng Ibu Sukmawati Sukarno, yang hari ini officially per hari ini memiliki nama Bali yang diberikan para penglingsir, yaitu beliau bernama atau bergelar Nia Sukmawati," kata penanggung jawab upacara, Arya Wedakarna, Selasa (26/10/2021).