KD Kritik PCR Rp 300 Ribu: Masih Mahal, Lebih Efektif Syarat Antigen

Isal Mawardi - detikNews
Rabu, 27 Okt 2021 08:10 WIB
Krisdayanti (Dok istimewa)
Krisdayanti (Dok istimewa)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan harga tes PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu menyusul aturan tes PCR menjadi syarat naik pesawat. Anggota Komisi IX DPR yang membidangi urusan kesehatan, Krisdayanti, menyebut harga Rp 300 ribu masih kemahalan.

"Kalau harus ditanggung masyarakat masih mahal. Harga tiketnya saja untuk kelas ekonomi Rp 400-500 ribu. PCR-nya Rp 300 ribu," ujar Krisdayanti kepada detikcom, Selasa (26/10/2021).

Menurut Krisdayanti, pemerintah sebaiknya memberlakukan syarat tes antigen bagi calon penumpang yang telah lengkap vaksin. Baik ketika berangkat ke tempat tujuan dan pulangnya.

"Menurut saya yang paling ideal, ya bagi yang sudah divaksin 2 kali. Sebelum berangkat antigen, mau pulang antigen," kata wanita yang akrab disapa KD itu.

"Harga antigen Rp 70 ribu, PP (pergi-pulang) Rp 140 ribu. Masih lebih murah dan efektif dibandingkan PCR 3x24 jam harga Rp 300 ribu," sambungnya.

Terkait dengan pemerintah yang berencana menjadikan masa berlaku tes PCR 3x24 jam, Krisdayanti menyinggung soal efektivitas.

"Kalau PCR sudah negatif, kemudian di 3 hari itu penumpang tidak tahu bertemu dengan siapa, sehat atau tidak, sebelum 3 hari terbang kembali ke kota asal tanpa pemeriksaan. Tetap berisiko," paparnya.

Tes PCR Rp 300 Ribu

Diberitakan sebelumnya, Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan Presiden Jokowi memerintahkan harga tes PCR diturunkan. Hal ini menyusul tes PCR menjadi syarat naik pesawat.

"Arahan presiden ini agar harta PCR diturunkan menjadi Rp 300 ribu," kata Luhut dalam konferensi pers virtual yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

Dia mengatakan Jokowi juga memerintahkan masa berlaku tes PCR diperpanjang. Menurutnya, Jokowi memerintahkan agar masa berlaku hasil tes PCR untuk naik pesawat menjadi 3x24 jam.

"Berlaku selama 3x24 jam untuk perjalanan pesawat," ucapnya.

Dia mengatakan pemerintah mendapat banyak masukan dan kritik terkait kewajiban tes PCR untuk naik pesawat. Dia menjawab pertanyaan warga mengapa tes PCR menjadi syarat naik pesawat saat kasus Corona turun.

"Kebijakan PCR ini diberlakukan karena kami melihat risiko penyebaran semakin meningkat karena mobilitas penduduk meningkat pesat beberapa minggu terakhir," ucapnya.

Saksikan juga: Blak-blakan Epidemiolog Dicky Budiman: Tes PCR, Kepentingan Medis atau Bisnis?

[Gambas:Video 20detik]



(isa/jbr)