Round-Up

Gelaran Konser BTS di Jakarta Ternyata Baru Penjajakan

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 21:34 WIB
Long project photo story karya fotografer Pradita Utama ini merekam perjalanan panjang Jakarta International Stadium sejak tahun 2018-2021. Begini penampakannya.
Pembangunan JIS (Pradita Utama/detikcom)

Tuai Kontroversi

Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Gembong Warsono kepada wartawan mengatakan menyelenggarakan konser bukan tupoksi JakPro selaku BUMD Pemprov DKI. Gembong curiga ada perintah dari Anies soal wacana konser BTS di JIS.

"Kalau JakPro menyelenggarakan konser itu kan JakPro sudah keluar dari tupoksi yang dia miliki. Tapi akhirnya apakah ada penugasan kan kita nggak tahu juga, jangan-jangan ini penugasan diberikan Gubernur ke JakPro. Kepentingannya apa kan sudah bisa ditebak," ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD DKI Fraksi PDIP, Gilbert Simanjuntak, menilai undangan konser BTS itu terkesan untuk menggaet suara pemilih muda pada 2024. Menurut Gilbert, rencana konser BTS menarik tapi dinilai kurang menyentuh sebagai event pertama. Sebab, pembangunan JIS ditujukan untuk sarana olahraga.

"Kesan kuat ini seperti persiapan ke 2024, karena tidak sesuai tujuan pembangunan stadion, tapi lebih ke arah menggaet suara pemilih muda," ujar Gilbert.

Di sisi lain, Gerindra DKI menganggap pandangan itu terlalu jauh.

"Tudingan, anggapan itu untuk kepentingan mencari... ya politik wajar saja lah. Apakah melanggar? Kan tidak. Boleh-boleh saja, berhak mengaitkan kepentingan Anies, tapi menurut saya kejauhan lah. Sampai segitunya. Menurut saya sih wajar, normal. Untuk kaitan politiknya wajar-wajar saja, tapi menurut saya masih kepagian, dua tahun lagi kok," kata Sekretaris Komisi D DPRD DKI dari F-Gerindra, Syarif, kepada wartawan, Selasa (26/10/2021).

Wacana konser BTS di JIS ini disampaikan JakPro. Syarif menilai tak masalah jika JakPro mengundang boyband BTS untuk selebrasi launching JIS.

"Soal JakPro-nya itu menurutnya positif, sah saja, nggak ada masalah. Soal core business-nya itu kan BTS diundang untuk menyemarakan, seperti halnya kegiatan pada umumnya yang bersifat selebrasi. Wajar dan normal saja. Yang harus dipersoalkan uangnya dari mana? Uangnya dari JakPro, bukan dari APBD," kata Syarif.

Syarif belum menerima informasi terkait undangan BTS itu untuk peresmian JIS atau kegiatan lain. Namun dia menegaskan lagi undangan konser sah-sah saja.

"Prinsip undang BTS itu selebrasi yang normal saja," ujarnya.


(idn/lir)