Pria yang Onani Depan Rumah Warga di Jaksel Akan Dites Kejiwaan

Nahda Rizki Utami - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 20:48 WIB
Polres Metro Jaksel menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pria onani di depan rumah warga.
Polres Metro Jaksel menggelar konferensi pers pengungkapan kasus pria onani di depan rumah warga. (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Polisi akan melakukan tes kejiwaan terhadap MAZ (21), pria yang onani di depan rumah warga di Jakarta Selatan (Jaksel). MAZ diduga memiliki penyimpangan kejiwaan.

"Penyidik lebih mengarahkan tindakan kuratif atau tindakan rehabilitasi pelaku, baik itu secara kejiwaan maupun psikologis. Kami menduga yang bersangkutan ini ada penyimpangan dari sisi kejiwaannya," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Kombes Azis Andriansyah, Selasa (26/10/2021).

"Namun demikian, dalam proses penanganan penyidikan kami tetap sesuai dengan hukum acara pidana yang ada, dan tentu dilapis dengan tindakan lain salah satunya adalah tindakan kuratif tersebut, yaitu memberikan pelayanan," sambungnya.

Azis juga menjelaskan tes kejiwaan ini bertujuan mengetahui apakah perilaku MAZ onani depan rumah warga merupakan penyimpangan murni, atau ada gangguan jiwa. Meski demikian, Azis menegaskan tetap mengedepankan proses pidana terhadap MAZ.

"Sedang dalam proses (tes kejiwaan), makannya sekarang kita dahulukan pemeriksaan awal supaya kita tau ada penyimpangan apa. Apakah ini penyimpangan murni dia melakukan perbuatan asusila atau memang ada gangguan kejiwaan," jelas Azis.

"Namun demikian, kami sebagai penyidik tentu aturan hukum atau hukum acara pidana dulu yang kita ajukan. Namun, di sela-sela itu, dalam proses penanganannya kita mengajak dari sisi kemanusiaan kita menggandeng ahli ahli kejiwaan," sambungnya.

Diketahui sebelumnya, dari hasil pemeriksaan, MAZ sudah lebih dari 20 kali beraksi. Modusnya mengikuti wanita yang jadi target aksinya.

"Ternyata setelah dilakukan interogasi dia atau si pelaku ini melakukan tindakan tersebut beberapa kali. Tindakan yang saya maksud adalah tindakan membuntuti seorang wanita kemudian menghampiri hingga di rumahnya namun tidak berinteraksi langsung dengan korban," imbuh Azis.

"Cukup berhenti di depan rumah kemudian dia melakukan tindakan asusila. Yang dimaksud asusila adalah dia melakukan masturbasi di depan wanita tersebut di depan rumah, ya, di depan korban," sambungnya.

Akibat kejadian ini, pelaku dikenai Pasal 36 UU No 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman hukuman 10 tahun dan dilapis dengan Pasal 281 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan.

"Dari perkara ini, kita sementara menangani perkara yang bersangkutan dengan pasal atau dugaan Pasal 36 UU No 44/2008 tentang pornografi yang di dalamnya ada kegiatan porno aksi dan dilapis dengan Pasal 281 KUHP dengan ancaman pidana untuk Pasal 36 tadi ancaman pidananya 10 tahun. untuk yang Pasal 281 KUHP ancaman pidananya 2 tahun 8 bulan," jelas Azis.

(aud/aud)