detikcom Do Your Magic

Ada 3 Warga Menolak, Pembangunan Got di Kemanggisan Palmerah Terhambat

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 15:56 WIB
Warga di permukiman Jl Anggrek Neli Murni 2A, Blok C, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat meminta drainase memadai untuk menangkal banjir dan genangan. 6 Oktober 2021.(Athika Rahma/detikcom)
Warga di permukiman Jl Anggrek Neli Murni 2A, Blok C, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat meminta drainase memadai untuk menangkal banjir dan genangan. 6 Oktober 2021. (Athika Rahma/detikcom)
Jakarta -

Pembangunan drainase (got) di salah satu permukiman kawasan Kemanggisan masih belum dimulai. Soalnya, ada tiga warga yang belum bisa menerima pembangunan got #CegahBanjir itu.

"Pembangunan got masih dikoordinasikan karena ada tiga warga yang menolak dibuatkan saluran," kata Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Barat (Sudin SDA Jakbar), Purwanti Suryandari, kepada detikcom, Selasa (26/10/2021).

Lokasinya ada di RT 11 RW 04, Jl Anggrek Neli Murni 2A, Blok C, Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat. Penolakan dari tiga warga setempat disebabkan oleh rencana jalur got yang harus melintasi lahan milik pribadi.

"Karena tanahnya masih tanah warga, belum aset Pemprov DKI," kata Purwanti.

Aparat Sudin SDA Jakbar mengecek lokasi yang butuh got, Jl Anggrek Neli Murni 2A, Blok C. (Sudin SDA Jakbar)Aparat Sudin SDA Jakbar mengecek lokasi yang butuh got, Jl Anggrek Neli Murni 2A, Blok C. (Sudin SDA Jakbar)

Dihubungi terpisah, Ketua RT 11 RW 04 bernama Roni menjelaskan musyawarah pertama untuk membicarakan pembangunan saluran air untuk mencegah banjir itu sudah digelar. Namun belum semua warga bisa hadir.

"Musyawarah pertama belum dihadiri oleh semua warga yang berada di sekitar rencana saluran air. Ada yang sedang keluar kota dan ada yang saat musyawarah itu tidak bisa hadir," kata Roni.

"Kemudian kita akan melakukan musyawarah lagi, namun menunggu rencana gambar dan warga yang akan diundang untuk musyawarah menjadi lebih banyak," kata Roni.

Masalah genangan air ini memang mengganggu warga yang terdampak karena tiap hujan turun, air langsung merendam akses warga tersebut. Padahal, intensitas air hujannya tidak begitu tinggi. Belasan rumah menjadi terganggu genangan bila kondisi itu berlangsung.

(dnu/aik)