Sederet Saran Komisioner ke Tim Pansel KPU dan Bawaslu

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:50 WIB
Jakarta -

Komisioner KPU memberikan sejumlah saran terhadap tim panitia seleksi (pansel) KPU dan Bawaslu. Saran-saran itu mulai persoalan sikap integritas hingga pemanfaatan teknologi dan sistem informasi yang senantiasa harus dikembangkan ke depan.

Ketua KPU Ilham Saputra mengatakan integritas sangat penting dimiliki oleh orang-orang yang nantinya terpilih menjadi anggota KPU masa jabatan 2022-2027. Sebab, kata dia, saat orang menjabat, akan banyak godaan dalam memikul beban kerja sebagai anggota KPU RI.

"Walaupun kami juga punya cobaan, ketika di tengah-tengah perjalanan masa jabatan, kami ada persoalan integritas, tapi ini bisa menjadi pembelajaran bagi kita semua," kata Ilham Saputra dalam dialog virtual 'Masukan KPU terkait Penyelenggaraan Pemilu' yang disiarkan YouTube Timsel KPU Bawaslu, Selasa (26/10/2021).

Ilham menyebut pihaknya telah menjalankan berbagai program dalam hampir 5 tahun menjadi anggota KPU RI. Program-program tersebut diharapkan bisa dipertahankan, terlebih soal penggunaan teknologi sistem informasi.

"Seperti sistem informasi yang sekarang ini, kami terus berupaya untuk men-channel-kan semua sistem informasi, ini juga menjadi catatan kita bersama," ucapnya.

Lalu, dia juga berpesan terkait koordinasi dengan kesekretariatan di KPU. Menurutnya, koordinasi yang berjalan bagus akan meredam permasalahan yang bisa mengakibatkan hubungan keduanya menjadi tak harmonis.

"Tentu salah satunya adalah kami ingin memberikan contoh teman-teman di provinsi, kabupaten/kota, bahwa ada tupoksi yang memang berbeda yang diatur dalam UU, saling menghargai tupoksi itu penting dan ini saya kira bagaimana nanti Bapak-Ibu sekalian melakukan tupoksi pola komunikasi dan bagaimana berkoordinasi dengan kesekretariatan juga menjadi catatan yang cukup penting," ujarnya.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya:

Dalam kesempatan yang sama, anggota KPU RI Evi Novida Ginting memperjelas apa saran yang diutarakan Ilham Saputra terkait pemanfaatan teknologi sistem informasi. Menurutnya, KPU telah menggunakan sistem informasi rekapitulasi 'Sirekap' yang berjalan sebagai alat bantu dan akurasi data-data yang ada 90 persen pada pemilihan kepala daerah 2020.

"Nah, ini juga yang juga kita siapkan road map untuk Sirekap 2024. Dalam rangka road map 2024, kita membuat rencana peta jalan Sirekap ini terbagi dua untuk pemilihan kepala daerah dan juga pemilu, karena ada hal-hal yang berkaitan secara teknis, keduanya tentu ditangani secara berbeda," katanya.

Evi mengatakan KPU sedang mengembangkan sistem informasi untuk semua tahapan proses pemilihan. KPU ke depan juga akan lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk pemilihan kepala daerah dan pemilu 2024.

"Contohnya verifikasi partai politik kita akan tetap menggunakan Sipol, yang kemudian prosesnya akan kita sentralisasi di pusat saja pendaftarannya dan tidak dilakukan di daerah. Ini tentu sangat besar sekali peran sistem informasi di dalam tahapan tersebut. Ini tentu semakin kita persiapkan, semakin kita tingkatkan pengembangannya, perbaikannya dan memastikan seluruh sistem informasi dalam setiap tahapan ini bisa bekerja dan berjalan sesuai apa yang kita rencanakan," jelasnya.

Dia berharap langkah-langkah yang tengah dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu 2024 dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya. Bukan hanya dilanjutkan, tapi kepengurusan berikutnya juga diharapkan dapat terus semakin mengembangkan program-program sistem informasi yang berbasis teknologi.

"Kami sangat berharap tentu saja di dalam rekrutmen ataupun seleksi saat ini seluruh kebijakan program yang sudah kita rintis ini sebuah langkah keberlanjutan juga yang sudah kita lanjutkan dari KPU sebelumnya, ini juga bisa diberlanjutkan oleh KPU yang nantinya terpilih yang bisa meneruskan dan berkomitmen di dalam rangka untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam setiap tahapan pemilu," ucapnya.

"Dan tentu mereka bisa berpikir out of box, sehingga memiliki inovasi-inovasi pemikiran yang tentu punya visioner. Walau memang dalam mencapai visi tersebut tak seperti membalikkan telapak tangan, punya proses yang harus dari setiap periode ke periode dipastikan akan bisa diteruskan oleh KPU yang berikutnya," imbuhnya.

(fas/imk)