Sederet Saran Komisioner ke Tim Pansel KPU dan Bawaslu

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:50 WIB

Dalam kesempatan yang sama, anggota KPU RI Evi Novida Ginting memperjelas apa saran yang diutarakan Ilham Saputra terkait pemanfaatan teknologi sistem informasi. Menurutnya, KPU telah menggunakan sistem informasi rekapitulasi 'Sirekap' yang berjalan sebagai alat bantu dan akurasi data-data yang ada 90 persen pada pemilihan kepala daerah 2020.

"Nah, ini juga yang juga kita siapkan road map untuk Sirekap 2024. Dalam rangka road map 2024, kita membuat rencana peta jalan Sirekap ini terbagi dua untuk pemilihan kepala daerah dan juga pemilu, karena ada hal-hal yang berkaitan secara teknis, keduanya tentu ditangani secara berbeda," katanya.

Evi mengatakan KPU sedang mengembangkan sistem informasi untuk semua tahapan proses pemilihan. KPU ke depan juga akan lebih mengoptimalkan pemanfaatan teknologi untuk pemilihan kepala daerah dan pemilu 2024.

"Contohnya verifikasi partai politik kita akan tetap menggunakan Sipol, yang kemudian prosesnya akan kita sentralisasi di pusat saja pendaftarannya dan tidak dilakukan di daerah. Ini tentu sangat besar sekali peran sistem informasi di dalam tahapan tersebut. Ini tentu semakin kita persiapkan, semakin kita tingkatkan pengembangannya, perbaikannya dan memastikan seluruh sistem informasi dalam setiap tahapan ini bisa bekerja dan berjalan sesuai apa yang kita rencanakan," jelasnya.

Dia berharap langkah-langkah yang tengah dipersiapkan untuk menghadapi Pemilu 2024 dapat dilanjutkan oleh kepengurusan berikutnya. Bukan hanya dilanjutkan, tapi kepengurusan berikutnya juga diharapkan dapat terus semakin mengembangkan program-program sistem informasi yang berbasis teknologi.

"Kami sangat berharap tentu saja di dalam rekrutmen ataupun seleksi saat ini seluruh kebijakan program yang sudah kita rintis ini sebuah langkah keberlanjutan juga yang sudah kita lanjutkan dari KPU sebelumnya, ini juga bisa diberlanjutkan oleh KPU yang nantinya terpilih yang bisa meneruskan dan berkomitmen di dalam rangka untuk memanfaatkan teknologi informasi dalam setiap tahapan pemilu," ucapnya.

"Dan tentu mereka bisa berpikir out of box, sehingga memiliki inovasi-inovasi pemikiran yang tentu punya visioner. Walau memang dalam mencapai visi tersebut tak seperti membalikkan telapak tangan, punya proses yang harus dari setiap periode ke periode dipastikan akan bisa diteruskan oleh KPU yang berikutnya," imbuhnya.


(fas/imk)