Angkot di Ambon Mogok Massal, Emak-emak Diturunkan Adu Mulut dengan Sopir

Muslimin Abbas - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 14:07 WIB
Emak-emak di Kota Ambon adu mulut dengan sopir angkot saat mogok massal. (Muslimin/detikcom)
Emak-emak di Kota Ambon adu mulut dengan sopir angkot saat mogok massal. (Muslimin/detikcom)
Ambon -

Puluhan sopir angkot di Kota Ambon, Maluku, menggelar aksi mogok narik memprotes Dinas Perhubungan Maluku yang tak kunjung menepati janji untuk 4 jurusan angkot masuk ke Terminal Mardika. Akibatnya, seorang penumpang emak-emak yang diturunkan di tengah jalan sempat adu mulut dengan sopir.

Pantauan di kawasan underpass Sudirman, Kota Ambon, Selasa (26/10/2021), puluhan sopir angkot tampak menghentikan rekan mereka yang masih narik dan membawa penumpang. Mereka mengajak rekannya ikut mogok narik.

Seketika, seorang penumpang emak-emak tampak tidak terima diturunkan di tengah jalan dan memaksa diantar sampai tujuan. Adu mulut dengan para sopir angkot pun terjadi.

Selain itu, ada ibu-ibu yang dipaksa diturunkan di tengah jalan dan diminta berganti transportasi. Namun ibu tersebut tidak terima dan melakukan protes karena dia tengah membawa anaknya yang masih kecil.

Adu mulut antara sopir dan penumpang tak berlangsung lama lantaran para sopir meminta maaf dan membantu mengangkat barang bawaan ibu tersebut.

Ketua Umum Asosiasi Supir Angkot Kota Ambon, Paulus Nikijuluw, mengatakan aksi mogok dilakukan untuk menagih janji dari Dinas Perhubungan Maluku untuk angkutan 4 jurusan masuk ke terminal dan meminta penempatan petugas di 5 pos.

"Terkait dengan AKDP khususnya untuk Hatu, Alang, dan Liliboy yang dimana tadi menagih janji dari Pak (Kepala) Dinas Perhubungan Provinsi untuk angkot Alang, Hatu, Liliboy untuk masuk ke Ongko Liong (sekitar Terminal Mardika) sampai saat ini belum ada," ujar Paulus saat ditemui di lokasi.

"Jadi tujuan kami itu dan penempatan petugas-petugas dalam pos yang ada tadi sudah disampaikan ke Pak Kadis Perhubungan Provinsi," lanjutnya

Paulus juga menyayangkan Dinas Perhubungan Provinsi Maluku yang tak kunjung menepati janji bahwa ada atau tidak ada terminal semua AKDP masuk ke terminal. Janji itu hampir 1 tahun tak terealisasi.

"Satu lebih kami berproses dengan Dinas Perhubungan Provinsi sampai saat ini tidak terealisasi, makanya kami melakukan aksi," tuturnya.

Simak juga 'Cegah Narkoba, Kampung Tangguh Didirikan di Kampung Ambon':

[Gambas:Video 20detik]



(nvl/nvl)