Panas Dingin Fahri Hamzah Vs Eks Jubir KPK Febri Diansyah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 10:37 WIB
Fahri Hamzah dan Febri Diansyah
Fahri Hamzah dan Febri Diansyah. (Repro detikcom)
Jakarta -

Hubungan mantan juru bicara (jubir) KPK, Febri Diansyah, dengan Waketum Parti Gelora, Fahri Hamzah, kembali menghangat soal siapa paling cocok menjadi jubir Presiden Joko Widodo (Jokowi). Jauh sebelumnya, kedua tokoh tersebut punya hubungan panas-dingin.

Dirangkum detikcom, Selasa (26/10/2021), panas-dingin hubungan Febri Diansyah dan Fahri Hamzah terjadi saat keduanya masih menjabat di KPK dan DPR RI. Saling lontar pernyataan keduanya kala itu terkait pemberantasan korupsi.

Kongkalikong dengan LSM

Saat menjabat Wakil Ketua DPR RI pada 2017, Fahri Hamzah curiga adanya kerja sama antara KPK dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang melaporkannya karena dianggap menghalangi penyelesaian kasus e-KTP. KPK enggan menanggapi asumsi Fahri itu.

"Cuma kalau saya dianggap menghalang-halangi itu yang merasa terhalangi siapa? Kenapa saya kritik KPK, eh LSM (laporkan saya), saya curiga LSM ini kongkalikong (dengan KPK) gitu," kata Fahri di gedung DPR saat itu.

Fahri Hamzah mengungkapkan ada orang-orang yang sengaja dibayar untuk memuji KPK. Ia bahkan sesumbar akan mengungkap daftarnya.

"Nanti saya bisa ungkapkan siapa saja yang mendapatkan dana dan setiap hari memuji KPK. Saya tahu dan ada datanya. Termasuk orang-orang yang membatasi kebebasan," tegasnya.

Febri Diansyah yang saat itu menjabat Kabiro Humas KPK tak ambil pusing dengan kecurigaan Fahri. Febri mengatakan KPK fokus penanganan korupsi.

"KPK fokus pada tindak lanjut laporan masyarakat atau penanganan perkara korupsi yang sedang ditangani. Asumsi tidak perlu ditanggapi," ujar Febri Diansyah melalui pesan singkat kepada detikcom, Rabu (3/4/2017).

Febri masih akan mengecek terlebih dahulu laporan dari LSM terkait Fahri Hamzah. Febri menegaskan semua laporan masyarakat yang masuk ke KPK akan ditindaklanjuti dan dimulai dengan proses telaah.

"Jika yang dilaporkan indikasi obstruction of justice, tentu kita akan telaah fakta-fakta hukum awal yang ada terkait dengan pemenuhan Pasal 21 UU Tipikor tersebut," ungkapnya.

Usulan KPK Dibubarkan

Masih di tahun yang sama, Fahri Hamzah mengusulkan agar KPK dibubarkan saja karena membuat gaduh. Fahri menyarankan KPK ditutup saja, sedangkan kewenangan pemberantasan korupsi dikembalikan ke kepolisian dan kejaksaan.

"Presiden tuh ya, omongnya ke mana-mana. Jangan ribut, jangan ribut, coba bikin statistik, yang bikin ribut di Indonesia cuma satu, cuma KPK. Yang lain kan nggak ada yang bikin ribut, diam-diam saja kan. Ini semua kan karena KPK," ujar Fahri di gedung DPR, Senayan, Jakarta Pusat.

Merespons Fahri Hamzah, Febri Diansyah yang kala itu masih di KPK mengakui tidak semua orang melihat sisi positif pemberantasan korupsi.

"Ada sejumlah orang yang melihat sisi negatif dari pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK," tutur Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (4/10/2017).

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Siapa Pengganti Fadjroel Rachman Sebagai Jubir Presiden?

[Gambas:Video 20detik]