Saling Dorong Fahri-Febri Jadi Jubir Jokowi

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 07:16 WIB
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) belum memutuskan siapa juru bicaranya usai Fadjroel Rachman menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk Kazakhstan. Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah dan mantan Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saling dorong menjadi jubir Jokowi.

Saling dorong jadi jubir Jokowi itu diawali oleh Fahri Hamzah yang meminta agar Jokowi tidak salah memilih jubir yang ecek-ecek. Dia menyarankan jubir Jokowi bisa diemban Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung.

"Menurut saya harus diperkuat ya, jadi malah saya mengharapkan Menseskab merangkap jubir itu. Karena seharusnya, Juru Bicara itu harus punya akses kepada rapat kabinet," kata Fahri Hamzah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Fahri menilai jubir Jokowi selama ini tidak memiliki akses untuk mengikuti rapat kabinet. Kerja jubir seperti itu, menurut Fahri Hamzah, tak boleh lagi terjadi.

"Yang saya tahu selama ini jubir-jubirnya nggak ada yang punya akses ke rapat kabinet. Terus dia nyari-nyari berita sendiri di internet, di apa, terus dia baru ngomong, gitu loh. Nggak boleh," ujarnya.

Fahri mencontohkan Jubir Presiden Amerika Serikat (AS) yang disebutnya setingkat dengan menteri. Oleh sebab itu, jabatan yang memiliki tugas menyosialisasikan program pemerintah tak bisa diemban figur setengah hati.

"Jubir itu harus ada dalam rapat kabinet. Makanya di Amerika Serikat kan Jubir itu kan setingkat menteri, Press Secretary namanya ya kan. Harusnya begitu. Ya juga jangan taruh figur yang ecek-ecek juga harus betul-betul solid, supaya Presiden terbantu di dalam menyosialisasikan ide-ide pemerintah," ucapnya.

Lantas, apakah Fahri Hamzah tertarik menjadi jubir Jokowi? Fahri Hamzah menjawab dengan santai.

"Saya mau pensiun sampai 2024. Nanti 2024 kita tarung lagi," kata pimpinan DPR RI periode 2014-2019 ini.

Simak pernyataan saling dorong jadi jubir Jokowi di halaman berikutnya.