Panas Dingin Fahri Hamzah Vs Eks Jubir KPK Febri Diansyah

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 26 Okt 2021 10:37 WIB
Fahri Hamzah dan Febri Diansyah
Fahri Hamzah dan Febri Diansyah. (Repro detikcom)

Febri mengatakan segala tuduhan yang dilayangkan selalu diperhatikan KPK. Kalau informasinya benar, akan jadi masukan. Sebaliknya, kalau informasi itu keliru dan bersifat tuduhan, lembaga antirasuah ini perlu memberikan klarifikasi.

"Ada banyak tuduhan memang ya, yang ada di luar, dan ternyata itu terbukti kemudian tidak benar. Misalnya pernah disampaikan bahwa ada tuduhan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan KPK ilegal. Saya kira itu mudah sekali sebenarnya dijawab. Bahwa itu dilakukan menurut KUHAP. Jelas sekali sebenarnya di Pasal 1 KUHAP, salah satu poinnya itu soal tertangkap tangan di sana," papar Febri.

Tudingan Skandal di KPK

Pada 2018, Fahri Hamzah menyebut ada skandal di dalam pemberantasan korupsi oleh KPK. Fahri pun berharap pihak kepolisian dapat mengusut lebih dalam kasus korupsi yang dilakukan Nazaruddin. Ia juga menyatakan bersedia bersaksi jika kepolisian mau mengusut hal tersebut.

"Ini saya sebut skandal pemberantasan korupsi. Ini skandal. Pemberantasan korupsinya sendiri skandal. Korupsi itu sekarang sumbernya ini (menunjuk kumpulan kasus korupsi Nazar). Ini disebut nyanyian Nazaruddin," kata Fahri saat itu.

"Kalau polisi menjamin mau mengusut ini tuntas skandal ini, saya akan datang melaporkan tidak saja bahan yang saya punya, bahan-bahan yang saya simpan saya bisa laporkan dan saya mau bersaksi di kepolisian," imbuh Fahri.

KPK kemudian angkat bicara melalui Febri Diansyah soal tuduhan Fahri Hamzah tentang adanya skandal dalam pemberantasan korupsi. KPK menyebut hal semacam itu sudah kerap ditudingkan pada KPK.

"Itu sebenarnya sudah sekian kali saya dengar ya seperti itu dan sering juga kita jelaskan," ujar Kabiro Humas KPK Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (20/2/2018).

Febri menyebut seorang saksi, tersangka, bahkan terdakwa sekali pun dilindungi undang-undang untuk bekerja sama dengan penegak hukum. Selama ada keterangan penting yang disampaikan oleh mereka yang bekerja sama, Febri menyebut KPK akan menerima tetapi tetap ditelaah.

"Saksi, tersangka atau terdakwa itu setelah diproses hukum itu bisa menjadi pelaku bekerja sama. Itu bisa menyampaikan keterangan yang signifikan pada penegak hukum. Itulah yang diberikan Nazaruddin beberapa kali terkait kasus Hambalang, e-KTP, dan beberapa informasi lain," ucap Febri.

Saling Tunjuk Jubir Jokowi

Terkini, Febri Diansyah tertawa ketika Fahri Hamzah menilai Febri cocok jadi jubir Presiden Jokowi. Fahri menilai sikap Febri yang dingin cocok menjadi jubir Presiden Jokowi.

Hal itu disampaikan Febri Diansyah di akun Twitter resminya, seperti dilihat Selasa (26/10). Febri tertawa merespons penilaian Fahri Hamzah soal sikap Febri yang dingin saat menjabat jubir KPK dan cocok menjadi corong Istana.

"Hahaha2 ngakak baca ini..@Fahrihamzah ga bales di twit tp muncul di @detikcom," kata Febri.

Membalas respons Febri Diansyah, Fahri Hamzah mengatakan Febri sosok yang masih muda. Mengucapkan itu, Fahri seraya memberi simbol senyum kepada Febri.

"Ente masih muda bro..maenkan..," ujar Fahri.


(rfs/gbr)