Luhut Sebut Banyak Bar Bali Langgar Prokes, Satgas Akan Panggil Pengelola

Sui Suadnyana - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 19:46 WIB
Corona Viruses against Dark Background
Ilustrasi Corona (Getty Images/loops7)
Denpasar -

Koordinator pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Jawa-Bali Luhut Binsar Pandjaitan menyebut bar dan kafe di Bali kerap melanggar protokol kesehatan (prokes). Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Bali bakal segera mengumpulkan para pemilik usaha tersebut.

"Memang kita sudah ambil ancang-ancang seminggu yang lalu, sejak turun level dari level 3, kita sudah koordinasi dengan Badung terutama untuk mengundang teman-teman pelaku usaha di klub malam, kafe," kata Kepala Bidang Penegakan Hukum dan Pendisiplinan Satgas Penanggulangan COVID-19 Provinsi Bali I Dewa Nyoman Rai Dharmadi kepada detikcom, Senin (25/10/2021).

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Provinsi Bali itu mengatakan, pengelola bar dan kafe ini dikumpulkan untuk menyamakan persepsi sehingga memiliki pemahaman yang sama dalam menjaga situasi kondisi Bali yang kondusif.

"Jangan sampai abai (dan) turun semangatnya untuk tetap melakukan protokol kesehatan. Jadi menyikapi (pernyataan Luhut) itu tidak langsung gegabah tapi kita lihat sendiri lah," terang Rai Dharmadi.

Menurut Dewa Dharmadi, sebenarnya saat ini tidak terlalu banyak orang yang datang ke tempat hiburan seperti kafe dan bar di Bali. Dia memprediksi bahwa ramainya tempat hiburan, kafe dan bar karena asumsi masyarakat.

"Mungkin karena sudah lama kita lihat sepi, terus agak rame, ekspektasi (atau) asumsi kita sudah berlebih orangnya (di tempat tersebut). Tetapi setelah kita masuk dengan menilai kapasitasnya jauh dari yang tersedia kapasitasnya," jelas Rai Dharmadi.

"Anggaplah kapasitasnya 500, paling isinya 300 seperti itu. Ya kan sudah lama (sepi). Sama kayak di jalan, biasanya sepi hampir 2 tahun, terus mendadak rame, itu kadang-kadang kita berasumsi ini sudah mulai normal," kata dia.

"Kalau bicara normal kan ndak selandai itu juga kan. Bahkan bisa macet kan kalau normal. Karena sepi terus ada sekarang dibuka keran tempat hiburan jadi kelihatan rame, tapi bukan over kapasitas," paparnya.

Meski demikian, Dewa Dharmadi belum berani menegaskan bahwa tidak ada pelanggaran protokol kesehatan di dalam tempat hiburan, bar, dan kafe tersebut. Pihaknya mengaku bakal terus mengamati penerapan prokes.

"Memang harus kita amati langsung kalau memang ada kita tegur mereka. Jangan sampai ada kesan baru meremehkan protokol kesehatan yang sudah lama kita gadang-gadang dan lama juga kita inginkan bali ini pulih untuk pariwisata. Ini tanggung jawab kita semua kan," paparnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan ada pelanggaran pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) meski kasus COVID-19 tengah menurun. Dia menyoroti soal menurunnya penerapan protokol kesehatan (prokes).

Luhut menyebut banyak bar di Bali yang melakukan pelanggaran. Dia meminta masyarakat tidak euforia saat menurunnya Corona di Indonesia.

Luhut meminta juga kepada pemerintah daerah (pemda) Bali untuk memperhatikan penerapan prokes di tempat hiburan agar tidak ada lagi terjadi ledakan kasus COVID-19.

"Di beberapa bar diperbolehkan para pengunjung mengambil gambar dan video (tapi) nggak boleh supaya jangan ketahuan," kata Luhut dalam jumpa pers yang disiarkan di YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021).

(mae/mae)