Polisi Duga Ustaz di Lampung Rekayasa Dibegal-Adu Silat demi Konten

Jabbar Ramdhani - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 16:34 WIB
Jakarta -

Pria di Lampung Tengah, Lampung, yang dikenal dengan panggilan Ustaz Nasihin, dipanggil ke Polda Lampung. Nasihin dipanggil polisi karena video saat dirinya 'dibegal' viral.

Video tersebut awalnya diunggah di kanal YouTube-nya, Ustadz Nasihin, pada Rabu (13/10). Video berdurasi 16 menit 36 detik itu telah ditonton sebanyak 234.621 kali.

Video itu juga beredar di media sosial (medsos). Dalam video yang beredar, disertai tulisan 'Perjalanan di Lampung Ustad Nasihin Kena Begal'.

Nasihin dipanggil Ditreskrimum Polda Lampung untuk menjelaskan video yang viral tersebut.

"Pemanggilan (untuk) melakukan klarifikasi kebenaran atas peristiwa dalam video tersebut," kata Kabid Humas Polda Lampung, Kombes Zahwani Pandra Arsyad, Senin (25/10/2021).

Polisi ingin melakukan konfirmasi perihal video yang viral tersebut. Sebab, video tersebut terkesan hasil rekayasa.

"Bahwasanya dengan video tersebut bukan mendidik melainkan penuh rekayasa yang membuat citra Lampung menyeramkan dan merugikan masyarakat Lampung pada umumnya," katanya.

Polisi memanggil Nasihin sebagai upaya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Dia menjelaskan pemanggilan terhadap Nasihin ini sebagai bagian dari langkah presisi.

"Pemanggilan yang bersangkutan sebagai upaya prediksi terhadap potensi kejahatan, responsif ini makanya kita lakukan klarifikasi, dan transparansi yakni proses dilakukan dengan keterbukaan," ujar dia.

Pandra mengatakan polisi terus melakukan tindakan preventif, patroli demi menciptakan keamanan, hingga penindakan terhadap pelaku kejahatan. Dia meminta video yang dibuat tidak kemudian membuat gaduh masyarakat.

"Kalau hanya untuk tingkatkan konten atau follower, jangan membuat gaduh. Dengan dia membuat konten seperti itu kan muncul kesan Lampung tidak aman," imbuhnya.

Video Viral Nasihin Dibegal

Dalam video yang beredar, tampak Nasihin yang menumpangi mobil dihadang sejumlah orang. Nasihin dihampiri sejumlah orang yang meminta uang.

Kelompok penghadang tersebut meminta uang senilai Rp 100 ribu. Nasihin tidak terima dimintai uang Rp 100 ribu karena dia melintas di jalan umum.

Kemudian orang-orang yang menghadang itu meminta ponsel dan tas Nasihin. Nasihin lalu diminta turun dari jalan jika tidak memberi uang atau mobilnya akan dirusak.

Nasihin lalu turun dari mobil dan terlibat keributan dengan pihak yang menghadangnya. Nasihin menggunakan silat dan membuat lawannya mental, bahkan hingga kaku tak bergerak.

(jbr/idh)