Fahri Harap Pramono Anung Merangkap Jubir Jokowi: Jangan yang Ecek-ecek!

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 16:02 WIB
Fahri Hamzah
Fahri Hamzah (M Zhacky/detikcom)
Jakarta -

Jabatan juru bicara (jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi) kini kosong setelah Fadjroel Rachman resmi menjadi Duta Besar (Dubes) RI untuk Kazakhstan. Waketum Partai Gelora Fahri Hamzah berharap jubir Jokowi bisa diemban Menteri Sekretaris Kabinet (Menseskab) Pramono Anung.

"Menurut saya harus diperkuat ya, jadi malah saya mengharapkan Menseskab merangkap jubir itu. Karena seharusnya, juru bicara itu harus punya akses kepada rapat kabinet," kata Fahri Hamzah di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/10/2021).

Fahri menilai selama ini jubir Jokowi tak memiliki akses untuk mengikuti rapat kabinet. Kerja jubir seperti itu, menurut Fahri Hamzah, tak boleh lagi terjadi.

"Yang saya tahu selama ini jubir-jubirnya nggak ada yang punya akses ke rapat kabinet. Terus dia nyari-nyari berita sendiri di internet, di apa, terus dia baru ngomong, gitu loh. Nggak boleh," ujarnya.

Mencontohkan Amerika Serikat (AS), Fahri menjelaskan jubir presiden setingkat dengan menteri. Oleh sebab itu, jabatan yang memiliki tugas mensosialisasikan program pemerintah itu tak bisa diemban figur yang setengah hati.

"Jubir itu harus ada dalam rapat kabinet. Makanya di Amerika Serikat kan jubir itu kan setingkat menteri, Press Secretary namanya ya kan. Harusnya begitu. Ya juga jangan taruh figur yang ecek-ecek juga harus betul-betul solid, supaya Presiden terbantu di dalam mensosialisasikan ide-ide pemerintah," ucapnya.

Lantas, apakah Fahri Hamzah tertarik menjadi jubir Jokowi? Fahri Hamzah menjawab dengan santai.

"Saya mau pensiun sampai 2024. Nanti 2024 kita tarung lagi," imbuh pimpinan DPR RI periode 2014-2019 ini.

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya: