Insentif COVID Kemenkes Double Diminta Dikembalikan, Ini 4 Penjelasannya

Tim detikcom - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 15:31 WIB
Sejumlah tenaga kesehatan mengenakan alat pelindung diri (APD) saat uji rapid test COVID-19 masal di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (4/6/2020). Kementerian Keuangan menyatakan hingga kini belum mengantongi data tenaga kesehatan (Nakes) dari pemerintah daerah yang menangani COVID-19, sehingga insentif untuk tenaga medis belum bisa dicairkan. ANTARA FOTO/FB Anggoro/nz
Insentif COVID Kemenkes Double Diminta Dikembalikan, Ini 4 Penjelasannya -- ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)
Jakarta -

Insentif COVID Kemenkes jadi sorotan usai Badan Pemeriksa Keuangan (BKP) mengungkap adanya kelebihan pembayaran. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kemudian meminta para tenaga kesehatan (nakes) yang menerima double transfer untuk mengembalikannya.

Permasalahan insentif COVID Kemenkes ini pun sempat jadi sorotan. Lalu bagaimana sebenarnya duduk perkaranya hingga berujung permintaan maaf dari Kemenkes? berikut ulasannya.

Soal Insentif COVID, Kemenkes Adakan Rapat Koordinasi dengan RS-Puskesmas

Merujuk pada temuan BPK soal insentif COVID yang mengalami double transfer, Kemenkes mengadakan rapat koordinasi dengan perwakilan pengelola RS dan puskesmas dari 31 provinsi di seluruh Indonesia. Menurut dokumen yang diperoleh detikcom, undangan tersebut tertulis untuk 'Rapat Koordinasi Tindak Lanjut Kelebihan Bayar Insentif pada Tenaga Kesehatan Tahun 2021' yang tertanggal 21 Oktober 2021 dan ditandatangani oleh Sekretaris Badan Pengembangan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes, dr. Trisa Wahjuni Putri.

Kemenkes melangsungkan rapat itu pada Jumat (22/10) pukul 08.00 WIB secara daring untuk menindaklanjuti mekanisme pengembalian kelebihan pembayaran insentif bagi tenaga kesehatan. Tercatat ada 447 RS dan puskesmas yang diundang dalam rapat.

Bersamaan dengan undangan yang dibagikan, ada dokumen yang memuat Surat Pernyataan Kesediaan Pengembalian Kelebihan Pembayaran. Pernyataan ini menjelaskan kesediaan untuk mengembalikan kelebihan insentif COVID Kemenkes, baik secara tunai maupun dicicil dalam kurun waktu tertentu.

Kata Persi Soal Heboh Insentif COVID Kemenkes

Sekjen Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) dr Lia G Partakusuma angkat bicara soal pengembalian insentif COVID Kemenkes. Pihaknya meminta penjelasan dari Kemenkes soal masalah tersebut.

"Kami mendengar adanya pertemuan tadi pagi yang mengundang 447 RS (rumah sakit) dan Puskesmas tentang kelebihan bayar nakes. Kami akan meminta penjelasan serta mempelajari penyebab hal tersebut," kata Lia saat dikonfirmasi, Jumat (22/10).

Lia berharap pemerintah dapat menemukan solusi terbaik atas masalah ini. Dia juga meminta pemerintah bijaksana dalam mengeluarkan aturan.

"Mudah-mudahan ada jalan terbaik, karena nakes sudah mengeluarkan banyak energi dalam penanganan COVID-19. Semoga pemerintah bisa lebih bijak, karena di era COVID-19 ini banyak yang serba baru, dan banyak pedoman yang berubah," ucap Lia.

Baca selengkapnya soal insentif COVID Kemenkes di halaman selanjutnya.