Walkot Depok Ungkap Beda Data Vaksinasi COVID Antara NIK dan Laporan Faskes

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 15:15 WIB
Walkot Depok, Idris (Nahda-detikcom)
Walkot Depok Mohammad Idris (Nahda/detikcom)
Depok -

Wali Kota Depok Mohammad Idris mengatakan ada perbedaan data vaksinasi Corona yang terjadi. Dia menyebut perbedaan itu antara data berdasarkan NIK dan laporan fasilitas kesehatan (faskes).

Idris mengatakan, berdasarkan NIK, ada sekitar 63 persen warga Depok yang telah disuntik vaksin. Sementara berdasarkan laporan faskes, ada sekitar 59 persen warga yang sudah disuntik vaksin Corona.

"Ya ada data yang berdasarkan NIK, ada data yang berdasarkan laporan faskes. Kalau faskes itu Kemenkes, kalau NIK ini kependudukan," kata Wali Kota Depok Mohammad Idris, Senin, (25/10/2021).

"Nah ini NIK ini lebih besar persentasenya, 63 sekian persen ya, kalau berdasarkan faskes itu 59 koma sekian persen," sambungnya.

Idris menjelaskan, harus ada harmonisasi data. Dia mengatakan data yang masuk ke Satgas COVID-19, penduduk Kota Depok berjumlah hampir 2,5 juta penduduk. Jumlah itu berbeda dengan survei BPS 2020, yang sebesar 2.050.000 penduduk.

"Memang harmonisasi ya dari sisi baseline juga jadi masalah.Perhitungan misalnya baseline masuk ke satgas pertama kali penduduk Depok itu hampir 2,5 juta ke sananya, nah ternyata di BPS dalam survei BPS terakhir tahun 2020 data penduduk Depok ini 2.050.000," jelas Idris.

Idris mengatakan ada juga masalah perhitungan target vaksinasi Corona 70 persen dari jumlah penduduk. Dia menyebut pihaknya masih berkonsultasi dengan Kemenkes.

"Nah, dari sini sebuah permasalahan karena kan perhitungan target vaksinasi 70 persen dari jumlah penduduk yang dilaporkan. Nah ada lagi ketika kita konsultasi ke Kemenkes ini data baseline ini mana yang dipakai?" kata Idris.

"Kata Kemenkes baseline yang dipakai jumlah penduduk yang masuk dan definitif di Kementerian dalam Negeri atau disduk ya kalau di sini. Itu 1,8 juta, dari situ aja udah berbeda," sambungnya.

Pemkot Depok mengaku masih menunggu kelengkapan data dari kelurahan dan kecamatan yang ada di Kota Depok. Dia menyebut ada enam kecamatan yang melaporkan data vaksinasi dari 11 kecamatan yang ada di Kota Depok

"Kita sedang menunggu kelengkapan data dari kelurahan dan kecamatan. Jadi kalau yang sudah masuk enam kecamatan dari 11 kecamatan," jelas Idris.

Enam kecamatan Kota Depok yang sudah melaporkan data vaksinasi adalah Cilodong, Tapos, Sawangan, Bojongsari, Pancoran Mas, dan Cinere.

Simak juga video 'Update COVID-19 RI: Tambah 623 Kasus Baru, Pasien Sembuh 1.037':

[Gambas:Video 20detik]

(haf/haf)