Jokowi Dorong Pengakuan Sertifikat Vaksin dan Pengaturan Travel di ASEAN

Kanavino Ahmad Rizqo - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 15:28 WIB
Presiden Jokowi
Presiden Jokowi (Foto: Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendorong pengakuan sertifikat vaksin antarnegara di ASEAN. Jokowi menyerukan adanya pengaturan perjalanan bagi masyarakat yang telah divaksinasi.

Hal itu disampaikan oleh Jokowi dalam ASEAN Business and Investment Summit seperti ditayangkan di akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (25/10/2021). Jokowi awalnya memaparkan soal pentingnya kebersamaan langkah sebagai kunci kebangkitan ekonomi.

"Pertama penanganan kesehatan harus tetap menjadi prioritas pertama. Agenda jangka pendek untuk mempercepat dan memeratakan vaksinasi di semua negara di kawasan harus kita lakukan bersama. Target vaksinasi penduduk ASEAN sebanyak 70% harus segera dicapai secepatnya. Pemerintah dan pelaku bisnis di kawasan harus bersinergi untuk melakukan aksi bersama. Sedangkan ASEAN dalam jangka menengah perlu membangun protokol krisis kesehatan agar kawasan ASEAN lebih tahan menghadapi krisis kesehatan di masa depan," kata Jokowi.

Topik mengenai pengakuan sertifikat vaksin disinggung Jokowi di poin kedua. Jokowi mengatakan reaktivasi perjalanan yang aman harus segera dipercepat.

"Dengan situasi COVID-19 yang semakin terkendali, pembatasan tersebut bisa dikurangi. Mobilitas bisa dilonggarkan tetapi harus menjamin aman dari risiko pandemi. ASEAN Travel Corridor Arrangement Framework yang digagas Indonesia setahun yang lalu perlu segera diimplementasikan. Pengakuan sertifikat vaksin di kawasan termasuk interoperabilitas sistem vaksin harus segera dilakukan. Pengaturan travel bagi masyarakat yang telah divaksinasi dan sehat, negatif COVID-19 harus dibuat. Vaccinated travel lane di kawasan," beber Jokowi.

Mantan Gubernur DKI itu mengatakan roda ekonomi bisa kembali bergerak jika semua negara ASEAN memfasilitasi mobilitas masyarakat yang aman. Jokowi juga mencontohkan Bali yang kini dibuka secara bertahap.

"Indonesia membuka Bali setelah tingkat vaksinasi Bali secara penuh telah mencapai 84,8%. Indonesia akan membuka secara bertahap wilayah yang lain yang tingkat vaksinasi penuhnya melebihi 70%," ujar Jokowi.

Poin ketiga yang disampaikan Jokowi adalah adaptasi kegiatan ekonomi kawasan menuju ekonomi digital harus dipercepat. Jokowi mengatakan teknologi digital menjadi solusi paling efektif dalam menyiasati keterbatasan pergerakan.

"Sebagai kawasan dengan pertumbuhan internet tercepat di dunia, potensi ekonomi digital ASEAN sangat besar. Selama pandemi ekonomi digital tumbuh mencapai 100 miliar USD di tahun 2020. Hal ini menjadi batu lompatan kemajuan ekonomi di kawasan kita," ujar Jokowi.

"Indonesia mendukung ASEAN menjadi sebuah digitally connected community. pemerintah Indonesia juga telah menyusun peta Jalan Indonesia digital tahun 2021-2024, sebagai panduan strategis perjalanan transformasi digital Indonesia," sambung Jokowi.