Pangdam Jaya ke Kantor Walkot Depok, Cek Perbedaan Data Vaksinasi

Nahda Rizki Utami - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 14:28 WIB
Pangdam Jaya (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Foto: Pangdam Jaya (Nahda Rizki Utami/detikcom)
Jakarta -

Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji meninjau pusat data vaksinasi Kota Depok yang berada di Kantor Walikota Depok, Jawa Barat. Mulyo Aji mengecek adanya perbedaan data vaksinasi antara Pemkot Depok dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes).

"Saya kesini adalah dalam rangka memastikan dulu. Sebelum kita melakukan vaksinasi kan kita mengerti siapa yang mau divaksin, berapa jumlahnya dan bagaimana teknis pelaksanaan vaksinasinya. Vaksinasi ada 3, vaksinator, orangnya dan waktunya," kata Pangdam Jaya Mayjen TNI Mulyo Aji, Senin, (25/10/2021).

"Sekarang ini saya ke tempatnya Pak Wali dalam rangka kita memastikan dulu data yang ada karena data yang ada di kami agak sedikit berbeda dengan data di kesehatan, di Kemenkes," sambungnya.

Mulyo Aji mengatakan data vaksinasi Kota Depok di pemerintah pusat masih di bawah 60 persen, berbeda dengan Pemkot Depok yang jumlahnya lebih banyak.

"Dimana disitu baru tercapai dibawah 60 persen padahal disini udah banyak. Berarti ada sesuatu yang salah," ujar Mulyo Aji.

"Kita nyampaikan menyelesaikan data dulu, tadi sudah disampaikan Pak Wali, staf kemudian yang lain lain bahwa data divalidasi setelah kita yakin data yang divalidasi tadi, baru kita melaksanakan teknis lagi," tambahnya.

Selanjutnya, Mulyo Aji mengingatkan target vaksinasi di Kota Depok harus jelas. Setelah dipastikan, langkah selanjutnya yaitu vaksinasi by name by address.

"Nah kita sekarang memastikan bahwa target yang akan dilaksanakan di Depok ini jelas. Dia penduduk. Artinya penduduk itu dia punya KTP, atau tidak punya KTP, dia tinggal disini, bekerja dan hidup beranak pinak disini," sambungnya.

"Nah langkah lanjutan nanti ada pelaksanaan vaksinasi by name by adress jadi kurang berapa, ada berapa, sehingga pasti semuanya jelas," sambungnya.

Mulyo Aji mengatakan koordinasi dengan Pemkot Depok dilakukan dengan baik walaupun ada perbedaan data. Nantinya, data tersebut akan segera diperbaiki.

"Tadi kita temukan bahwa dari Kemenkes itu datanya yang diambil adalah data yang beda dengan data yang ada di Depok, tapi tidak masalah. Nanti akan kita perbaiki dan itu menjadi target," sambungnya.

(isa/isa)