Azis Syamsuddin di Sidang Robin: Pimpinan KPK Kan Saya yang Angkat

Zunita Putri - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 14:34 WIB
Wakil Ketua DPR Fraksi Golkar Azis Syamsuddin mengenakan baju tahanan berjalan menuju mobil tahana  di Gedung KPK,Kuningan,  Jakarta Selatan, Sabtu dinihari (25/9). Azis resmi ditahan KPK sebagai tersangka terkait kasus dugaan pengurusan Dana Alokasi Khusus (DAK) Kabupaten Lampung Tengah tahun 2017.
Azis Syamsuddin (Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Azis Syamsuddin tiba-tiba bicara mengenai peranannya mengangkat pimpinan KPK saat ini di sidang mantan penyidik KPK AKP Stepanus Robin Pattuju alias Robin dan Maskur Husain. Azis mengatakan pimpinan KPK saat ini dia yang mengangkat.

Hal itu disampaikan Azis saat bersaksi di sidang AKP Robin di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jalan Bungur Besar Raya, Jakpus, Senin (25/10/2021). Azis menyampaikan itu ketika ditanya salah satu pengacara Robin terkait peranan Azis dalam pengangkatan komisioner KPK saat ini.

"Saksi bilang kan kalau ada perkara terkait nama saksi terbawa-bawa, saksi bisa langsung tanya ke komisioner KPK aja, emang apa peranan saksi terkait pengangkatan komisioner KPK saat ini?" tanya salah satu pengacara Robin.

"Yang komisioner sekarang? Oh saya yang ngangkat, Pak, saya yang fit and proper dan saya yang ngangkat," jawab Azis.

Dalam sidang ini, Azis tiba-tiba mengklarifikasi isu yang berkembang saat ini. Azis tidak menjelaskan isu apa yang diklarifikasi, tapi dia menyatakan isu itu tidak benar.

"Bahwa ada isu-isu di balik itu, dalam kesempatan saya sampaikan demi Allah demi Rasulullah saya tidak ada melakukan hal-hal di luar aturan norma. Ada isu yang berkembang, tidak ada. Saya berani atas nama almarhum ayah saya, atas nama almarhum ibu saya, untuk kepentingan keturunan dan keluarga saya. Saya sampaikan dalam sidang yang mulia ini, tidak pernah saya melakukan itu," tutur Azis.

Kembali soal pengangkatan komisioner KPK, Azis mengatakan saat melakukan fit and proper test komisioner KPK dia menjabat Ketua Komisi III DPR. Diketahui, Komisi III DPR membidangi Polhukam, lembaga negara yang menjadi salah satu mitranya adalah KPK.

Dalam perkara ini, yang duduk sebagai terdakwa adalah AKP Robin dan Maskur Husain. Robin didakwa bersama Maskur Husain menerima suap yang totalnya Rp 11 miliar dan USD 36 ribu atau setara Rp 11,538 miliar berkaitan dengan penanganan perkara di KPK.

Mantan penyidik KPK itu menerima suap dari sejumlah nama, termasuk dari Wakil Ketua DPR Azis Syamsuddin. Azis juga merupakan tersangka dalam kasus ini.

Simak juga video 'KPK Minta Novel Baswedan Buktikan soal 'Orang Dalam' Azis Syamsuddin':

[Gambas:Video 20detik]



(zap/dhn)