Pesawat Kecelakaan di Bandara Ilaga Papua Diduga Karena Kabut di Landasan

Wilpret Siagian - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 12:48 WIB
Timika -

Pesawat kargo perintis jenis Caravan milik Smart Air dengan registrasi PK-SNN kecelakaan di Bandara Aminggaru Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua dan menewaskan Kapten Pilot R Kurtadi. Kecelakaan diduga karena ada kabut di landasan bandara saat pesawat akan mendarat.

"Ditengarai adanya kabut di ujung run way (landasan)," ujar Perwakilan KNKT Papua Norbert Tuayanna kepada wartawan di Jayapura, Senin (25/10/2021).

Pesawat kargo tersebut awalnya terbang dari Bandara Moses Kilangin Timika ke Bandara Aminggaru, Ilaga. Pesawat hanya membawa barang dengan diterbangkan pilot dan copilot.

Saat mendarat pesawat menabrak landasan Bandara Aminggaru sekitar pukul 07.30 WIT.

"Pesawat landing dengan approach yang terlalu rendah. Pesawat sedang ini dalam evakuasi karena block runway,'' katanya

Sesaat setelah kecelakaan, pilot R Kurtadi awalnya ditemukan dalam kondisi pingsan dan kemudian sempat siuman. Tetapi berapa saat kemudian meninggal dunia.

Sementara itu copilot mengalami luka-luka dan masih dirawat di puskesmas setempat.

Bupati Puncak Ucapkan Belasungkawa Atas Tewasnya Pilot Smart Air

Bupati Puncak Papua Willem Wandik menyatakan duka cita mendalam atas kecelakaan pesawat Smart Air yang mengakibatkan Kapten Pilot R Kurtadi meninggal dunia.

"Atas nama pemerintah kabupaten Puncak menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dari almarhum pilot yang ditinggalkan, keluarga diberikan kekuatan dari Tuhan,'' ujar Wandik dalam siaran persnya, Senin (25/10).

Wandik membenarkan saat ini jenazah Kurtadi sedang dipersiapkan untuk diberangkatkan ke kampung halaman di Bekasi.

''Untuk jenazah sementara diusahakan secepatnya diterbangkan dari Ilaga ke Timika dan selanjutnya di terbangkan ke pihak keluarga di kampung halamannya,'' ujarnya.

Bupati, Willem mengakui kalau kondisi di wilayah pegunungan seperti ini memiliki medan yang sangat ekstrim, sehingga bagi pada pilot yang melayani di wilayah ini memang harus berhati-hati.

Dia meminta semua pihak termasuk masyarakat untuk tidak berasumsi sendiri atau berprasangka lain penyebab jatuhnya pesawat ini.

"Masyarakat jangan berprasangka lain soal kecelakaan ini, kita semua menunggu hasil dari penyelidikan KNKT soal penyebab jatuhnya pesawat," tandasnya.

(nvl/idh)