2 Jasad Korban KRL-Metromini Masih Diperiksa Forensik RSCM
Rabu, 19 Apr 2006 13:58 WIB
Jakarta - Dua jenazah korban tabrakan KRL Pakuan dengan metromini S64 di Kalibata, Jakarta Selatan, masih diperiksa tim forensik RS Cipto Mangunkusumo (RSCM). Beberapa ciri kedua jenazah sudah diketahui, jenis kelamin, tinggi badan dan usianya.Satu jenazah diketahui berjenis kelamin wanita berumur sekitar 25 tahun, tinggi badan 146 centimeter. Korban mengenakan pakaian berupa celana panjang warna hitam merek "Soon Loon" dan kaos warna biru tua bergambar burung garuda warna kuning.Satunya lagi diketahui berjenis kelamin pria dengan perkiraan umur sekitar 35 tahun, tinggi badan 163 centimeter. Korban mengenakan pakaian berupa celana panjang jins warna hitam merek "Lois", kaos berwarna merah dan celana dalam warna biru.Dokter Spesialis Forensik RSCM yang sedang berjaga mengatakan, pihaknya menemukan kesulitan dalam melakukan identifikasi kedua korban. Kesulitan proses identifikasi karena wajah korban rusak, bahkan ada alat kelamin korban yang rusak, tapi sudah diketahui jenis kelaminnya.Kesulitan lainnya adalah rata-rata korban tidak memiliki tanda atau ciri-ciri fisik yang khusus untuk dikenali. "Perlu pencocokan antara data antermortem, yaitu data pribadi mereka dan data postmortem, yaitu data yang telah kami dapatkan, baru bisa dikenali identitas korban," jelas salah satu dokter spesialis forensik Dr Dedi Affandi kepada detikcom di RSCM, Jl Salemba Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/4/2006).Menurut Dedi, sejauh ini Tim Forensik masih dalam taraf mencatat luka dan data antropologi korban, seperti tinggi badan dan jenis kelamin. Menurutnya, jika dalam identifikasi awal belum ditemukan identitasnya, maka sembilan metode identifikasi akan dilakukan.Seperti melakukan metode visual, pakaian, dokumen, data rekam medis, gigi, sidik jari, serologi (golongan darah), metode eksklusi, dan tes DNA. Jika metode visual, pakaian dan dokumen cocok dengan metode lainnya, maka korban sudah bisa teridentifikasi dan hasilnya valid.Tapi bila hanya dari data visual, pakaian dan dokumen saja, maka hasilnya belum valid. Artinya, kedua jenazah korban tabrakan itu masih gelap identitasnya.
(zal/)











































