2 Tahun Jokowi-Ma'ruf, Ini Capaian Penanganan Pandemi & PEN

Erika Dyah - detikNews
Senin, 25 Okt 2021 08:05 WIB
Jokowi
Foto: Istimewa
Jakarta -

Saat ini Indonesia tengah dalam kondisi bergerak pulih dari pandemi. Adapun kunci dari pemulihan saat ini meliputi mitigasi berbasis data, teknologi, dan ilmu pengetahuan.

Selain itu, pemerintah Indonesia juga terus berupaya menyelamatkan masyarakat Indonesia dari pandemi dengan mengamankan pasokan vaksinasi. Berdasarkan data KPCPEN per Senin (4/10), Indonesia telah mengamankan total 280.527.920 vaksin dari lima jenis vaksin.

"Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh bisa dicapai jika kita semua dengan bahu membahu dan saling bergandengan tangan dalam satu tujuan. Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai tujuan yang akan kita hadapi dan kita terus tumbuh dalam menghadapi cita-cita bangsa," ungkap Presiden Joko Widodo, dikutip dari keterangan Capaian Kinerja 2021 - Indonesia Tumbuh Indonesia Tangguh Senin, (25/10/2021).

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan RI, Jenderal Purn. Moeldoko menyampaikan sebagai nahkoda, Presiden Joko Widodo memberi arahan jelas dan tegas untuk bekal menempuh krisis, yaitu melalui metode 'gas dan rem' serta keberanian mengambil risiko.

Menurut Moeldoko, langkah ini juga tak lepas peran semua pihak, yakni melalui koordinasi pemerintah pusat dengan daerah, tenaga kesehatan di garda terdepan, kesigapan TNI-Polri, akademisi turun gunung, jaringan luas organisasi kemasyarakatan serta inovasi sosial lembaga kemasyarakatan.

Ekonomi Indonesia Tumbuh Setelah Bertahan

Sebagaimana diketahui, efek domino pandemi merupakan krisis multidimensi. Guna mencegah resesi akibat pandemi, pemerintah menginisiasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) yang meliputi aspek kesehatan, perlindungan sosial, program prioritas, UMKM dan korporasi, serta insentif usaha.

Diketahui, aspek perlindungan sosial dalam program PEN meliputi program keluarga harapan, kartu sembako, bansos tunai, kartu prakerja, diskon listrik, subsidi kuota dan bantuan langsung tunai desa. Alokasi anggaran per September 2021 untuk Perlindungan Sosial mencapai Rp 186,64 triliun, sementara untuk bidang Kesehatan Rp 214,96 triliun, Dukungan UMKM & Korporasi 162,40 triliun, Program Prioritas 117,94 triliun dan Insentif usaha Rp 62,83 triliun.

Kecepatan, ketepatan, fleksibilitas, efisiensi, kreativitas dan inovasi berbasis teknologi disebut menjadi elemen-elemen fundamental reformasi. Saat ini, pemerintah RI memiliki lima prioritas dalam momentum konsolidasi yang meliputi, menghadirkan Indonesia di klasemen negara maju, optimal sumber daya manusia berkualitas, infrastruktur dan logistik murah, pembangunan ekonomi inklusif dan berkelanjutan, reformasi birokrasi, penyederhanaan regulasi serta pembangunan demokrasi.

Peradaban Baru Indonesia Maju

Selain mengakselerasi pemulihan pandemi, pemerintah RI juga mengakselerasi ekosistem riset nasional melalui Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Sebab, sains dan riset dinilai menjadi nadi utama di peta cita-cita Indonesia negara maju.

Tak hanya itu, pemerintah juga berupaya meneruskan pembangunan infrastruktur, termasuk infrastruktur digital. Pembangunan ini tak hanya meliputan pembangunan konstruksi teknis atau meningkatkan adaptasi teknologi saja. Tapi juga termasuk upaya menghadirkan peradaban baru Indonesia maju 2045.

Adapun arah utama dari pembangunan infrastruktur digital bertujuan untuk mendukung pelayanan dasar serta peningkatan produktivitas melalui konektivitas dalam aneka wujud. Mulai dari bandara, jaringan listrik, gas, bendungan, jalan, perlintasan trans-Jawa, trans- Sumatera, trans Papua, serta menumbuhkan kekayaan ekonomis, sosiologis dan budaya.

Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G Plate menyebutkan intensi pokok membangun jalan sambung menyambung adalah membuka daerah terisolir serta menormalkan harga logistik. Menurutnya, ada 33 ruas jalan tol lalu lintas darat, 106 pelabuhan, dan 30 trayek tol laut serta 39 rute melayani jembatan udara.

Ia pun mengatakan 2021 merupakan tahun penuh tantangan dan pelajaran sekaligus harapan. Menurut Johnny 2021 menjadi tahun yang menandai perjuangan bersama, membangun momentum kebangkitan Indonesia dari krisis COVID-19.

Oleh karena itu, seluruh capaian dalam penanganan pandemi serta pemulihan ekonomi nasional merupakan hasil kerja seluruh elemen bangsa. Kebijakan-kebijakan yang adaptif, responsif, penuh kehati-hatian dalam menyeimbangkan pemulihan kesehatan serta kebangkitan ekonomi perlu ditanamkan kuat-kuat sebagai langkah mitigasi.

Johnny menilai, sebagai Pemimpin Nasional Presiden Joko Widodo tak pernah lelah atau berjeda menyerukan solidaritas dan soliditas Indonesia dalam kebhinekaan. Ia pun menambahkan bahwa masyarakat Indonesia harus berani menciptakan lompatan besar(quantum leap), persisten dalam kecepatan berkarya, berinovasi, mengoptimasi transformasi dengan segala potensi dalam mewujudkan Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh.

Simak video '2 Tahun Kepemimpinan Jokowi-Ma'ruf Amin':

[Gambas:Video 20detik]



(ads/ads)