Walkot Jakbar Bantah Ibu-Bayi yang Tertimpa Rumah Kesulitan Dapat Oksigen

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 16:29 WIB
Jakarta -

Seorang ibu bernama Ita (40) dan bayinya yang tertimpa reruntuhan rumah di Kalideres, Jakarta Barat (Jakbar), disebut-sebut kesulitan mendapatkan oksigen hingga akhirnya meninggal dunia. Wali Kota Jakarta Barat Yani Wahyu Purwoko membantahnya.

Ketika sang ibu dan bayinya ditemukan, Yani menyebut tim pemadam kebakaran sudah berusaha mengontak RSUD Kalideres untuk meminta bantuan. Yani mengatakan pihak RSUD Kalideres telah memberi pelayanan terbaik.

"Ketika jenazah masih si korban masih di TKP itu sudah kita kontak RSUD-nya, nggaklah nggak begitu pelayanan terbaik. Karena ini musibah kita kan nggak tahu, kita doakan saja semoga almarhumah dan anaknya mendapat tempat yang layak di sisi Allah SWT," ujar Yani.

Nantinya Pemkot Jakbar juga bakal memberikan bantuan kepada keluarga korban. Pihaknya tengah menunggu ahli waris untuk memberikan santunan.

"Ya musibah sekarang ini Pemkot sedang menunggu ahli waris untuk kita berikan, kemarin sudah kita lakukan pelayanan ya untuk penanganan awal dan sekali lagi hari ini kita pastikan bahwa lingkungan TKP dalam keadaan aman," jelas Yani.

Yani telah memerintahkan warga sekitar untuk tidak mendekat ke sekitar lokasi rumah roboh. Garis polisi telah dipasang.

"Dan saya sudah koordinasi dengan Pak Bimas, Pak Babinsa saat ini sudah dikasih police line ya tidak boleh ada yang mendekat sambil menunggu hasil penyelidikan," kata Yani.

Diketahui petugas damkar sampai di TKP pukul 22.03 WIB. Damkar menerima informasi dari warga bahwa kemungkinan ada seorang ibu dan anaknya yang berada di dalam rumah saat rumah ambruk.

Petugas memindahkan sejumlah barang yang menghalangi jalan menuju reruntuhan. Damkar kemudian melihat kaki di sekitar reruntuhan.

Setelah ditelusuri, petugas Damkar menemukan ibu dan bayi dalam posisi berpelukan.

"Anggota mencoba mencari dan menemukan kaki yang terlihat kemudian mencoba menggali bersama. Pada saat diketemukan, si anak masih ada denyut dan napas," ujar pejabat Humas Dinas Gulkarmat Mulat Wijayanto kepada wartawan, Minggu (24/10/2021).

Karena tidak ada ambulans, petugas damkar kemudian mengevakuasi sang bayi ke RSUD Kalideres naik motor. Namun, belum sempat mendapatkan penanganan medis, sang bayi meninggal dunia.

"Sesampai di RSUD Kalideres, ternyata sudah mengembuskan napas terakhirnya," imbuh Mulat.

Petugas Damkar berusaha mencari tabung oksigen untuk membantu sang ibu bernapas. Karena lambatnya penanganan, nyawa sang ibu tidak tertolong.

"Sehingga si ibu karena lambatnya penanganan menghembuskan nafas terakhirnya," ucapnya.

(ain/isa)