Kompolnas Kawal Proses Hukum Eks Kapolsek Parigi Diduga Perkosa Anak Tersangka

Dwi Andayani - detikNews
Minggu, 24 Okt 2021 10:12 WIB
Jakarta -

Kapolsek Parigi Iptu IDGN, yang diduga menjadi pelaku pemerkosaan terhadap anak tersangka, resmi diberhentikan tidak dengan hormat. Kompolnas mengatakan akan mengawal proses pidana Iptu IDGN yang akan terus berjalan.

"Setelah Iptu IDGN dipecat, kasus pidananya tetap diteruskan prosesnya. Kompolnas akan mengawal kasus ini," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Sabtu (23/10/2021).

Poengky juga mengajak masyarakat ikut mengawasi proses hukum yang berjalan. Hal ini disebut agar Polri benar-benar menjadi institusi yang profesional.

"Kami mengajak masyarakat dan media untuk bersama-sama mengawasi, dengan maksud agar Polri benar-benar menjadi institusi yang profesional, mandiri dan dicintai masyarakat," kata Poengky.

Terkait banding yang diajukan eks Kapolsek Parigi itu, Poengky menilai itu sebagai hak. Namun Poengky mengaku optimistis Polda Sulteng dapat memproses kasus ini dengan adil.

"Silakan saja jika yang bersangkutan banding, karena itu haknya. Tetapi saya optimis Polda Sulteng akan dapat memproses kasus ini dengan adil," tuturnya.

Dia juga memberikan apresiasi atas ketegasan Kapolri dan langsung dilaksanakan Kapolda Sulteng terkait pemecatan dan kasus yang terus berjalan.

"Kami mengapresiasi ketegasan Kapolri yang langsung dilaksanakan Kapolda Sulteng secara sigap," imbuhnya.

Kapolsek Parigi Dipecat

Kapolsek Parigi Iptu IDGN, yang diduga menjadi pelaku pemerkosaan terhadap anak tersangka, hari ini menjalani sidang etik. Iptu IDGN resmi diberhentikan secara tidak hormat.

Pemberhentian ini disampaikan langsung oleh Kapolda Sulteng Irjen Rudy Sufahriadi. Rudy mulanya meminta maaf atas perbuatan anggotanya tersebut.

"Selaku Kapolda Sulteng, permohonan maaf saya kepada masyarakat, ada anggota yang melakukan pelanggaran disiplin dan kode etik, yang dilakukan oleh petugas Kapolsek di Parigi," kata Irjen Rudy dalam konferensi pers, Sabtu (23/10/2021).

Dia memaparkan hasil sidang etik hari ini. IPTU IDGN direkomendasikan untuk diberhentikan secara tidak hormat dari kepolisian.

"Putusannya adalah merekomendasikan Iptu IDGN untuk PTDH. Pemberhentian tidak dengan hormat dari kepolisian," ungkapnya.

Sedangkan untuk pidananya, Iptu IDGN masih menjalani penyidikan. Hal lebih rinci akan disampaikan kemudian.

"Untuk pidana hukumnya, sedang dilakukan penyidikan oleh Dirkrimum. Nanti kami rinci apa yang dilakukan," ujarnya.

(dwia/fjp)