Pengakuan Perampok Sadis Berpalu Pukuli Korban di Money Changer Manado

Trisno Mais - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 17:43 WIB
Kapolresta Manado Kombes Elvianus Laoli saat merilis kasus perampokan di money changer.
Kapolresta Manado Kombes Elvianus Laoli saat merilis kasus perampokan di money changer. (Trisno Mais/detikcom)
Manado -

Warga Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut), berinisial JGF (60), ditangkap karena diduga merampok di tempat penukaran uang atau money changer. Oknum kontraktor itu mengaku beraksi lantaran terlilit utang.

"Jadi, berdasarkan hasil pemeriksaan, yang kita ketahui baru satu orang. Karena dia mengaku bahwa melakukan hal tersebut karena kebutuhan ekonomi. Pelaku ini sering mengikuti atau berjudi online, sehingga keuangan pelaku itu habis, sehingga membutuhkan uang untuk membayar tukang-tukang yang dipekerjakan olehnya," kata Kapolresta Manado Kombes Elvianus Laoli saat diminta keterangan, Sabtu (23/10/2021).

Dalam aksinya, pelaku awalnya berpura-pura menukarkan uang. Pelaku lalu mengeluarkan palu ketika berada di dalam money changer itu.

"Motif kejahatan ekonomi, di mana tersangka melakukan aksinya dengan berpura-pura akan menukarkan uang. Saat masuk di dalam, tersangka mengeluarkan satu buah palu yang disimpan di dalam tasnya dan mengancam kepada korban untuk memberikan uang. Pada saat korban berdiri, tersangka mengiranya korban melawan, sehingga palu yang dipegang digunakan untuk memukuli korban," jelas dia.

Pelaku terus memukuli korban. Dada korban juga diinjak pelaku.

"Korban tetap berteriak sehingga tersangka terus memukuli korban dengan tujuan melumpuhkan korban agar tidak berteriak. Kemudian, pada saat memukulkan itu, ada beberapa pukulan yang tidak mengenai karena korban karena menghindar," ungkap dia.

Tersangka lalu membuka laci meja yang di dalamnya ada uang serta mengambil uang tersebut dan memasukkan uang hasil curiannya ke dalam tas yang dibawa pelaku.

"Pada saat meninggalkan TKP, pelaku masih mengambil barang-barang di sekitar kantor tersebut dan dilemparkan ke korban. Salah satunya mesin penghitung uang yang dilemparkan ke kepala korban. Kerugian uang Rp 14.000.300 cash," tuturnya. Korban kini dirawat di rumah sakit.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Tonton juga Video: Pihak Ponpes Buka Suara soal Ustaznya yang Viral Pukuli Santri

[Gambas:Video 20detik]