Mengenal Ibunda Bung Karno yang Disebut Jadi Alasan Sukmawati Pindah Agama

Danu Damarjati - detikNews
Sabtu, 23 Okt 2021 12:32 WIB
Sukarno dan ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. (Dok ANRI)
Sukarno dan ibundanya, Ida Ayu Nyoman Rai Srimben. (Dok ANRI)

Melahirkan dan dan membesarkan Sukarno

Di Surabaya, Nyoman Rai Srimben melahirkan Sukarno (saat itu namanya adalah Koesno Sosrodihardjo) pada 6 Juni 1901. Nyoman Rai Srimben melahirkan Putera Sang Fajar di sebuah rumah kampung sederhana di sekitar makam Belanda, Pandean III, Surabaya. Nyoman Rai Srimben mendidik kedua anaknya dengan bekal spiritual Hindu seperti yang pernah dipelajarinya.

Enam bulan kemudian, Nyoman Rai Srimben harus mengikuti suaminya untuk pindah ke kota kecil Kecamatan Ploso (Jombang) dan di sinilah ia mengalami penderitaan yang luar biasa karena kedua anaknya sering sakit-sakitan. Karena faktor kesehatan pula, Nyoman Rai Srimben sempat berpisah dengan Sukarno untuk dirawat dan diasuh oleh mertuanya di Tulung Agung. Namun akhirnya Sukarno dapat diasuh kembali ketika ia harus mengikuti suaminya pindah ke Mojokerto. Di Mojokerto pula putri sulungnya menikah dan kemudian tinggal bersama suaminya. Nyoman Rai Srimben sangat bersedih karena harus berpisah dengan anaknya. Sebagai pelipur lara, ia memfokuskan diri dengan melimpahkan kasih sayangnya kepada Sukarno.

Persoalan muncul ketika Srimben dihadapkan pada kepindahan suaminya ke Blitar sekaligus menghadapi kenyataan Sukarno untuk sekolah di Surabaya. Akhirnya ia mengikuti kepindahan suaminya ke Blitar dan Sukarno dititipkan di rumah HOS Tjokroaminoto untuk meneruskan sekolah di Surabaya.

Di Blitar, Nyoman Rai Srimben tinggal di asrama sekolah yang sekarang menjadi Sekolah Menengah Umum I Blitar dan dipercaya untuk mengelola asrama sekaligus mengurus makan para pelajar yang tinggal di asrama tersebut.

Selanjutnya, mengetahui Sukarno cerai-nikah dan dipenjara: