Amrozi Santai, Takbir Bergema

Sidang PK Ba\'asyir

Amrozi Santai, Takbir Bergema

- detikNews
Rabu, 19 Apr 2006 09:58 WIB
Cilacap - Sidang peninjauan kembali (PK) Ustad Abu Bakar Ba'asyir digelar mulai pukul 09.10 WIB, Rabu (19/4/2006) di Pengadilan Negeri (PN) Cilacap. Sidang menghadirkan Amrozi sebagai saksi. Saat Amrozi tiba di ruang sidang, takbir pun bergema. Amrozi terlihat santai. Amrozi tiba di PN Cilacap, Jawa Tengah, sekitar pukul 09.05 WIB. Dia dibawa ke PN Cilacap dengan menumpang mobil tahanan polisi dengan kawalan ketat polisi. Saat dibawa masuk ke ruang sidang, Amrozi juga terus dikawal ketat oleh para polisi itu. Terpidana mati kasus bom Bali I ini menghadiri sidang ini dengan nuansa serba putih. Dia mengenakan baju koko warna putih dan celana putih, serta berpeci putih. Selain itu, dia juga menyelendangkan kain sorban putih di bahunya. Penampilan Amrozi tidak berbeda dengan sebelumnya. Dia masih sering mengumbar senyum. Saat tiba dibawa ke ruang sidang, ratusan orang anggota Majelis Mujahidin Indonesia (MMI) yang menghadiri sidang, langsung menyambutnya dengan teriakan takbir 'Allahu Akbar'. Amrozi pun membalas pekikan takbir itu dengan pekikan takbir juga. Begitu Amrozi tiba di ruang sidang, sidang PK Ba'asyir pun langsung dimulai. Majelis hakim dipimpin oleh Wakil Ketua PN Cilacap Agus Sutarno, dengan anggota Muslich Bambang Luqmono dan Chris Fajar. Sementara Ba'asyir diwakili oleh kuasa hukumnya dari Tim Pembela Muslim (TPM). Setelah sidang dibuka, TPM meminta penjelasan kepada hakim, mengapa Abu Bakar Ba'asyir tidak bisa dihadirkan di persidangan, agar semuanya jelas. Namun, majelis hakim menjawab bahwa hal itu sudah ditetapkan PN Jakarta Selatan. "Kami tidak bisa apa-apa, karena sudah menjadi ketetapan PN Jakarta Selatan. Yang penting, Saudara Amrozi datang untuk memberi kesaksian," kata dia. Hingga pukul 09.50 WIB, Amrozi yang tampak sangat santai itu masih memberikan kesaksiannya. Amrozi yang kini berambut pendek, tampak agak kurus dibanding sebelumnya. Namun, jenggot terpidana terorisme dari Tenggulun, Lamongan itu makin bertambah panjang saja. Saat Amrozi bersaksi, ruang sidang tampak hening. Ruang sidang yang berluas 5x6 meter sebenarnya sangat tidak memadai, karena pengunjung membeludak. Diperkirakan pengunjung sidang mencapai 400 orang. Selain ratusan anggota MMI, juga tampak sejumlah ustad dari Pondok Pesantren Al Mukmin Ngruki, pondok pesantren yang didirikan Ba'asyir. Tampak antara lain, Direktur Pesantren Ngruki Ustad Wahyudin. Selain itu, juga tampak sejumlah warga Cilacap. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads