Ikuti NTB, Syarief Hasan Mau Sulsel Jadi Provinsi 1.000 Masjid

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 22:49 WIB
Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR Syarief Hasan bersama Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman meresmikan masjid Syahrul Muhajirin di SMA Negeri 10 Makassar. Menurutnya, pembangunan masjid ini merupakan komitmen terhadap sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa.

"Pembangunan masjid ini merupakan komitmen kita kepada sila pertama Pancasila, Ketuhanan yang Maha Esa. Ini adalah komitmen untuk mengutamakan dan menghormati agama," kata dia dalam keterangannya, Jumat (22/10/2021).

Syarief Hasan menjelaskan bahwa sila pertama Pancasila telah mewarnai kehidupan beragama di Indonesia. Bangsa Indonesia dengan sila pertama Pancasila ini memberikan komitmen yang begitu luas, termasuk dalam mensyiarkan agama. Menurut Syarief, pembangunan harus memiliki keberpihakan. Sebagus apapun UU maupun peraturan tetapi tanpa keberpihakan maka outputnya tidak sesuai harapan.

"Sebaliknya, kalau ada keberpihakan dalam pembangunan maka kinerjanya akan semakin baik," tuturnya.

Syarief mengungkapkan mimpinya, yaitu ingin Provinsi Sulawesi Selatan mendapat julukan provinsi 1.000 masjid seperti provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Saya bermimpi dalam lima tahun ke depan, kalau orang akan melihat jumlah masjid terbanyak maka datanglah ke Provinsi Sulawesi Selatanl Kalau ingin melihat masjid-masjid dipenuhi jamaahnya, maka datanglah ke provinsi Sulawesi Selatan," ujarnya.

Syarief menambahkan bahwa hari ini ada starting poin. Hari ini baru kebijakan, keberpihakan, dan pengalokasian anggaran. Kalau itu dilakukan maka provinsi Sulawesi Selatan menjadi provinsi yang terbanyak masjidnya.

Sementara itu Plt Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan masjid ini dipelopori kepala sekolah secara langsung. Pembangunan masjid ini, lanjut Andi Sudirman, akan menjadi contoh bagi kepala sekolah di Sulawesi Selatan.

"Ibu kepala sekolah akan mengakhiri tugasnya sebagai ASN. Semoga ini menjadi akhir yang baik karena pembangunan masjid ini akan mengalir terus pahalanya. Masjid ini akan dimakmurkan para siswa dan masyarakat sekitar," kata Andi Sudirman.

"Pembangunan masjid tidak menggunakan APBD. Kita memprogramkan sekolah-sekolah untuk membangun masjid. Masjid ini menjadi pilot project. Ini menjadi contoh dan motivasi bagi sekolah-sekolah lain," imbuhnya.

Kepala UPT SMA Negeri 10 Husaefah Hasan menjelaskan Masjid Syarul Muhajirin dibangun empat tahun lalu. Tepatnya 13 Oktober 2017. Peletakan batu pertama dilakukan Syahrul Yasin Limpo.

Pembangunan masjid masih berjalan dan pemberian nama masjid oleh Muhadjir, Mendikbud saat itu ketika berkunjung ke SMAN 10 Makassar saat bersamaan datang juga Syahrul Yasin Limpo. Hal ini yang membuat masjid ini diberinama Masjid Syahrul Muhadjirin.

Masjid ini terdiri dari dua lantai dengan luas bangunan 18 x 16 meter. Pembangunan masjid ini sudah menghabiskan biaya sekitar Rp 1,5 miliar.

Hadir dalam peresmian masjid Syahrul Muhadjirin antara lain istri Wakil Ketua MPR Ingrid Kansil, Staf Khusus Wakil Ketua MPR Jafar Hafsah, Wakil Ketua III DPRD Provinsi Sulsel H. Ni'matullah, Plt Kadis Pendidikan Provinsi Sulsel, Kanwil Kemenag Provinsi Sulsel, Dewan Masjid Provinsi Sulsel.

(ncm/ega)