Waket MPR Dorong RI Terlibat Aktif dalam Resolusi Damai di Myanmar

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 21:50 WIB
Wakil Ketua MPR Syarief Hasan
Foto: MPR
Jakarta -

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, Syarief Hasan menyampaikan dukungan kepada Menteri Luar Negeri RI yang turut menolak hadirnya Pemimpin Junta Myanmar dalam KTT ASEAN yang akan dilaksanakan pada 26-28 Oktober 2021 di Brunei Darussalam. Menurutnya, respons Menlu RI menunjukkan peran besar Indonesia dalam penyelesaian masalah-masalah di kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk turut serta dalam menyelesaikan persoalan-persoalan kawasan, termasuk gejolak Myanmar pasca kudeta militer,", ungkap Syarief dalam keterangannya, Kamis (21/10/2021).

Syarief Hasan menyebutkan aksi-aksi kekerasan yang dilakukan oleh Junta Myanmar terhadap masyarakat sipil tidak dapat dibenarkan.

"Tentu, kita memahami bahwa Indonesia tidak boleh terlalu jauh mengurusi urusan dalam negeri suatu negara. Namun, apabila sudah terjadi kekerasan, tentu Indonesia memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan resolusi untuk penyelesaian masalah di Myanmar," ungkap Syarief.

Anggota Majelis Tinggi Partai Demokrat ini juga menyebutkan langkah dari Menlu RI telah sesuai dengan amanat Pembukaan UUD NRI 1945. Menurut Syarief, aksi kudeta Junta Myanmar juga telah menelan korban jiwa.

"Pembukaan UUD NRI 1945 telah menyebutkan Indonesia memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan ketertiban dunia sehingga sudah sepatutnya Pemerintah mendukung penyelesaian masalah di Myanmar," ujarnya.

"Tentu, sejak awal kita ingin mendorong agar Pemimpin Junta Myanmar berdamai dengan Pemimpin sipil di Myanmar dan segera mengakhiri persoalan yang terjadi di Myanmar. Penyelesaian persoalan ini tentu akan berdampak baik bagi ketertiban di regional," imbuhnya.

Syarief Hasan juga terus mendorong Pemerintah untuk melakukan politik luar negeri bebas aktif. Ia juga menegaskan Partai Demokrat akan mendukung Pemerintah melalui Kemlu RI untuk memberikan dukungan kepada rakyat Palestina.

"Kita harus menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia memiliki peranan penting di kancah regional maupun internasional dalam mengatasi problem-problem yang terjadi, termasuk problem yang menimpa Myanmar dan berakibat buruk pada masyarakat sipil," ujarnya.

"Saya atas nama pribadi dan Partai Demokrat mendukung langkah Kemenlu RI. Indonesia harus mengambil peran besar untuk memastikan hadirnya resolusi damai di Myanmar yang tentu akan berimplikasi positif terhadap ketertiban regional," imbuhnya.

Lihat juga video 'Sorotan Jokowi soal Konflik Myanmar Hingga Palestina di Sidang PBB':

[Gambas:Video 20detik]



(ncm/ega)