Ketua MA Syarifuddin Bersyukur Belum Ada Hakim Kena OTT KPK di Kepemimpinannya

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 09:45 WIB
Syarifuddin
Ketua MA Syarifuddin (ari/detikcom)
Jakarta -

Ketua Mahkamah Agung (MA) Syarifuddin bangga dan bersyukur karena hingga hari ini belum ada hakim yang kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Ia berharap hal itu dipertahankan dan terus mencegah perbuatan tercela lainnya.

"Saya sangat bersyukur bahwa semenjak saya menjabat sebagai Ketua Mahkamah Agung tidak pernah terjadi lagi OTT pada aparatur peradilan dan tentunya saya berharap, ke depannya tidak ada lagi pejabat peradilan yang terkena OTT," kata Syarifuddin dalam sambutan Pembinaan Teknis dan Administrasi, Jumat (22/10/2021).

Di mana Syarifuddin dilantik menjadi Ketua MA pada April 2020. Sejak saat itu, belum ada hakim yang kena operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

"Untuk itu, saya mengingatkan kepada seluruh Aparatur Peradilan agar selalu menjaga kode etik dan pedoman prilaku, baik dalam tugas kedinasan mau pun di luar tugas kedinasan," kata hakim kelahiran Baturaja 17 Oktober 1954.

Syarifuddin juga memerintahkan anak buahnya untuk tetap menjaga integritas. Sebab MA dan KPK sudah bergandengan untuk mencegah perbuatan tercela aparat pengadilan.

"Jangan sekali-kali mencoba untuk melakukan penyimpangan, karena Badan Pengawasan Mahkamah Agung bersama-sama dengan KPK selalu memantau setiap perilaku penyimpangan para aparatur melalui mistery shopper yang disebar pada beberapa pengadilan di seluruh Indonesia," ujarnya.

Syarifuddin juga mengingatkan bawahannya untuk menggunakan media sosial secara sehat. Sebab hal itu bisa dibaca semua orang, termasuk pihak berperkara.

"Saya mendapatkan laporan bahwa masih ada di antara hakim dan aparatur peradilan yang mengunggah foto-foto yang tidak pantas, menyampaikan pendapat-pendapat terkait perkara yang sedang berjalan, memposting ujaran-ujaran kebencian, serta mengunggah pernyataan-pernyataan yang berisi dukungan politik kepada salah satu organisasi politik tertentu di media sosial. Saya tegaskan kembali agar para hakim dan aparatur peradilan senantiasa bersikap bijak dan hati-hati dalam menggunakan media sosial, karena setelah unggahan kita menyebar di ruang publik, maka hal itu akan bisa dilihat dan dibaca oleh siapa pun, termasuk oleh pihak-pihak yang berperkara," pungkasnya.

(asp/yld)