Asrama Mahasiswa Asal Malut di Manado Tak Layak Huni, Atap Ambruk

Trisno Mais - detikNews
Jumat, 22 Okt 2021 01:07 WIB
Kondisi asrama mahasiswa asal Maluku Utara di Manado (Dok istimewa)
Foto: Kondisi asrama mahasiswa asal Maluku Utara di Manado (Dok istimewa)
Manado -

Mahasiswa asal Maluku Utara (Malut), Tomi Laike mencurahkan keluh kesah terkait kondisi asrama yang memprihatinkan di Kelurahan Batu Kota, Kecamatan Malalayang, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut). Tomi mengatakan secara keseluruhan fasilitas di asrama itu sudah tak layak.

"Asrama ini sudah tidak layak dihuni. Karena sekarang tembok beberapa kamar rusak, atap bangunan dan plafonnya ambruk serta keberadaan kamar mandi yang sudah tidak layak," kata ketua Tomi, kepada wartawan, Kamis (22/10/2021).

Tomi menjelaskan, walau kondisi asrama itu sudah lama rusak, namun sampai saat ini tidak pernah ada perhatian dari pemerintah daerah. Padahal, kata dia, ada banyak mahasiswa yang tinggal di sana.

"Dulu itu satu kamar ada yang 4 orang. Sekarang karena ada kamar yang rusak, makanya penghuni di sini sudah berkurang. Kalau dari saya jadi ketua asrama belum pernah ada bantuan pemerintah daerah. Pernah ada unsur pemerintah daerah yang datang tapi cuman minta nomor WhatsApp," cetus dia.

Tomi berharap asrama ini secepatnya direnovasi. Karena selama ini mahasiswa yang tinggal di asrama tak pernah mendapatkan bantuan, baik itu beasiswa studi maupun perbaikan asrama.

"Kita (saya) pe harapan dorang bisa lihat (mereka bisa perhatikan), supaya renovasi. Agar tempat ini lebih layak untuk torang (kami) tinggal. Apakah dorang tahu atau tidak. Kalau dorang tahu lantas membiarkan pasti saya marah," kesalnya.

Sementara itu, mahasiswa lainnya, Riko Dalima mengingatkan agar pemerintah tak lupa memperhatikan nasib para mahasiswa yang tengah berjuang untuk kuliah.

"Bagi pemerintah provinsi maupun pemerintah kabupaten janganlah seperti kacang lupa kulitnya. Karena kalian pernah bernaung di bawah seng (atap) dan plafon asrama ini. Seandainya asrama ini bisa berbicara, dia pasti akan tuntut dengan rasa kekesalan kepada kalian," tegas dia.

Riko berharap pemerintah segera memperhatikan kondisi asrama yang sudah tak layak. Karena asrama ini sangat membantu bagi mahasiswa yang berlatar belakang ekonomi kurang mampu.

"Ada mahasiswa yang orang tuanya petani sangat membutuhkan asrama semacam ini, apalagi di tengah pandemi seperti ini. Orang tua kami sulit mencari uang. Impian saya semoga pemerintah daerah perhatikan lagi asrama. Karena sekarang dinding sudah rusak, plafon dan atapnya ambruk. Kalau mau bilang hampir semua tak layak," kuncinya.

(isa/isa)