Novel Baswedan dkk Kembali Laporkan Lili Pintauli ke Dewas KPK!

Wilda Hayatun Nufus - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 21:00 WIB
Lili Pintauli Siregar
Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar (Dok. KPK)
Jakarta -

Mantan penyidik KPK Novel Baswedan dan Rizka Anungnata melaporkan Wakil Ketua KPK Lili Pintauli Siregar ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Lili dilaporkan karena diduga melakukan pelanggaran etik berkomunikasi dan bekerja sama dengan salah satu kontestan pilkada serentak Labuhanbatu Utara (Labura) bernama Darno.

"Bahwa Saudari LPS sebagai terlapor selain terlibat dalam pengurusan perkara Tanjungbalai, juga terlibat dalam beberapa perkara lainnya, yaitu terkait dengan perkara Labuhanbatu Utara yang saat itu juga kami tangani selaku penyidiknya. Kemudian fakta ini juga kami sampaikan dalam persidangan etik dengan terlapor LPS di mana dugaan perbuatan Saudari LPS saat itu adalah berkomunikasi dengan salah satu kontestan pilkada serentak Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura)," kata Rizka kepada wartawan, (21/10/2021).

Rizka menduga Lili bekerja sama dengan Darno untuk mempercepat penahanan tersangka Bupati Labuhanbatu Utara, Kharuddin Syah. Rizka mengatakan Kharuddin pernah bercerita apa yang dilakukan Darno itu untuk menjatuhkan suara anaknya yang juga ikut dalam kontestasi pilkada serentak.

"Kami melaporkan dugaan perbuatan LPS berkomunikasi dan bekerja sama dengan mendukung salah satu pasangan calon pilkada di Labuhanbatu Utara, dengan cara mempercepat penahanan bupati Labura aktif yang saat itu menjadi tersangka dengan tujuan menjatuhkan suara anak bupati yang juga jadi calon pilkada, hal itu disampaikan Bupati Kharuddin Syah dalam pemeriksaan kepada saya," kata Rizka.

Rizka mengatakan diduga Darno diduga meminta Lili agar eksekusi Kharuddin dilakukan sebelum Desember 2020. Rizka mengatakan dugaan itu terbukti saat dia diminta pimpinan melalui Direktur Penyidikan untuk menahan Kharuddin pada November 2020.

"Penahanan Bupati Labura diminta dilakukan sebelum Pilkada serentak Desember 2020 dan pada praktiknya benar saya diperintah menahan bupati pada November 2020 oleh pimpinan dimaksud melalui Direktur Penyidikan," ujarnya.

Rizka mengatakan penahanan terhadap Kharuddin dilakukan pada November 2020. Padahal, menurut Rizka, dia telah menyampaikan informasi dugaan komunikasi Lili Pintauli dengan peserta pilkada itu ke Direktur Penyidikan. Namun, katanya, informasi itu tidak digubris.

"Akhirnya pada November benar dilakukan penahanan, padahal perihal ini sudah saya sampaikan kepada direktur penyidikan (terkait info dari tersangka Bupati Labura aktif bahwa ada upaya dari calon lawannya melalui LPS agar menahan dia lebih cepat untuk menjatuhkan suara anaknya) namun tetap saja LPS tidak peduli," tuturnya.

Rizka mengatakan konferensi pers penahanan Kharuddin diumumkan oleh Lili Pintauli.

"Pada saat konperensi pers penahanan yang melakukan konperensi pers adalah LPS," ucapnya.

Simak juga video 'Adukan Lili Pintauli ke Bareskrim, ICW Harap Ada Atensi':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.