Tarik Menarik Calon Panglima TNI Pengganti Marsekal Hadi

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 19:17 WIB
Upacara HUT TNI 2021, Simak 3 Pesan Penting Presiden Jokowi
Presiden Jokowi saat peringatan Hari TNI. (Biro Pers Sekretariat Presiden)
Jakarta -

Jokowi tak kunjung mengirim Surat Presiden pengajuan calon Panglima TNI ke DPR. Ada tarik menarik kepentingan di balik alotnya keputusan calon Panglima TNI pengganti Marsekal Hadi.

Informasi yang dihimpun, pilihan Istana sebenarnya sudah condong ke satu nama, yaitu KSAL Laksamana Yudo Margono. Namun masih ada pihak-pihak yang ingin KSAD Jenderal Andika menjadi panglima.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa menggelar konferensi pers terkait Aprilia Manganang.Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa (Rifkianto Nugroho/detikcom)

Sejumlah pejabat tinggi dikabarkan turut serta bersuara soal calon panglima. Seorang perwira tinggi yang punya pengaruh besar di kalangan internal TNI kabarnya mendukung Yudo. Seorang menteri senior juga disebut lebih senang Yudo menjadi panglima ketimbang Andika.

Namun pihak-pihak pendukung Andika tak tinggal diam. Sejumlah tokoh yang dekat Istana bergerak agar Jokowi menjatuhkan pilihan ke Andika.

Tarik menarik kepentingan ini membuat alot keputusan soal Panglima TNI. Istana hingga saat ini belum juga membuat keputusan, padahal masa pensiun Marsekal Hadi kian dekat, yaitu 8 November nanti.

Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono saat membuka Rapat Koordinasi (Rakor) Renaku (Perencanaan dan Anggaran Keuangan) I TNI Angkatan Laut TA. 2021 di Auditorium, Denma Mabesal, Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (9/6/2021).Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono (Dok. TNI AL)

"Sejauh ini secara jadwal, semuanya masih aman, menunggu jadwal DPR sidang lagi. Kita masih ada waktu sampai masuk pensiun Panglima di November nanti. Masih ada waktu mencari perwira terbaik yang ingin mengorbankan dirinya untuk membawa Indonesia bangkit dari pandemi. Tugas berat ini," kata Staf Khusus Mensesneg Faldo Maldini saat ditanya soal kapan Supres calon panglima dikirim ke DPR, Kamis (21/10/2021).

Meski masih ada waktu, Istana diminta segera mengirim nama. DPR butuh waktu untuk memproses dan melaksanakan uji kepatutan. Istana diharapkan sudah mengirim Surpres selambat-lambatnya 1 November nanti.

"Kita tunggu saja. Semuanya masih berproses. Kita sedang fokus ke agenda nasional bangkit dari pandemi, maka kriteria untuk menjawab tantangan itu jadi penting, ini yang sebelumnya tidak menjadi kriteria utama. Kalau sudah tampak tanda-tandanya, nanti pasti langsung diumumkan, tidak mungkin diam-diam," ujar Faldo.

Lihat juga video 'Soal Calon Panglima TNI, Pengamat: Kasus KRI Nanggala Coreng Karir KSAL':

[Gambas:Video 20detik]



(tor/fjp)