Jalankan Peran Foresight, BPK Ungkap Skenario Masa Depan Pascapandemi

Erika Dyah - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 19:03 WIB
Ketua BPK Agung Firman Sampurna
Foto: BPK
Jakarta -

Badan Pemeriksa Keuangan RI (BPK) menyampaikan berbagai kemungkinan yang dapat terjadi pada 5 tahun ke depan (2021-2026) dalam 4 skenario. Adapun hal ini dituangkan dalam Buku Pendapat Strategic Foresight pertama yang diluncurkan BPK hari ini.

Ketua BPK Agung Firman Sampurna menyebutkan ada 5 tema dalam skenario yang menurut pihaknya perlu diantisipasi pemerintah. Mulai dari reformasi kesehatan, reformasi pajak dan kesinambungan fiskal, visi dan kepemimpinan pemerintah, transformasi digital dan tata kelola data, serta kualitas sumber daya manusia.

"Tema-tema tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah karena akan turut menentukan keberhasilan Indonesia dalam menghadapi pandemi COVID-19 maupun kemungkinan terjadinya pandemi, bencana, dan krisis global di kemudian hari," jelas Agung dalam keterangan tertulis, Kamis (21/10/2021).

Agung menjelaskan dalam tugas melakukan pemeriksaan, pihaknya memiliki 3 peran yaitu oversight, insight dan foresight. Adapun peran oversight dan insight diwujudkan dalam tugas pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja dan pemeriksaan dengan tujuan tertentu, serta pemberian pendapat kepada pemerintah.

Sementara peran foresight, dilakukan untuk membantu masyarakat dan pengambil keputusan dalam memilih alternatif kebijakan masa depan. Menurutnya, penyusunan foresight ini membuat BPK menjadi Supreme Audit Institution ke-2 di Asia setelah Korea Selatan. Serta negara pertama di Asia Tenggara yang memiliki kemampuan foresight.

Lebih lanjut, ia menjelaskan Foresight BPK disusun menggunakan metode scenario planning dan data yang bersumber dari hasil pemeriksaan BPK, tren dalam negeri, regional, dan global.

Agung menjabarkan, empat skenario yang disampaikan pihaknya dalam Buku Foresight tersebut yaitu pertama, skenario Berlayar Menaklukkan Samudera ketika respons pemerintah terhadap krisis menjadi lebih efektif dan tingkat keparahan pandemi mereda.

Kedua, skenario Mengarung di Tengah Badai, apabila respons pemerintah terhadap krisis menjadi lebih efektif di tengah pandemi yang makin memburuk.

Ketiga, skenario Tercerai-berai Terhempas Lautan, merupakan skenario terburuk yang menggambarkan masa depan yang penuh risiko dan bahaya. Skenario ini digambarkan berupa respons pemerintah terhadap krisis kurang efektif dan tingkat keparahan pandemi makin memburuk.

Keempat, skenario Kandas Terlantar Surutnya Pantai yang ditandai dengan meredanya pandemi namun respons pemerintah terhadap krisis kurang efektif.

"Skenario yang disajikan dalam Foresight BPK bukanlah prediksi tentang masa depan, tetapi sarana untuk melihat kembali berbagai asumsi tentang masa depan, agar kita tidak terlena dengan harapan-harapan dan agar kita mampu melihat lebih jernih kesiapan menghadapi masa depan," pungkasnya.

Melalui peluncuran ini, Agung pun berharap pihaknya dapat menginspirasi pemerintah pusat dan daerah untuk memulai menerapkan strategic foresight untuk mengantisipasi ketidakpastian di masa mendatang.

Sebagai informasi, buku yang diluncurkan BPK kali ini berjudul 'Membangun Kembali Indonesia dari COVID-19: Skenario, Peluang, dan Tantangan Pemerintah yang Tangguh'. Diketahui, buku ini telah disampaikan kepada Presiden RI Joko Widodo Jumat (15/10) di Istana Negara.

Tak cuma meluncurkan buku, hari ini BPK juga meluncurkan Website Strategic Foresight BPK.

(fhs/ega)