Cegah Penyelundupan dari Malaysia dan Filipina, Bea Cukai Gandeng Polri-TNI

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 17:04 WIB
Ditjen Bea Cukai Kanwil Kalbagtim menggelar operasi patroli koordinasi dengan pihak TNI-Polri untuk mencegah penyelundupan dari negara luar. (dok Istimewa)
Foto: Ditjen Bea Cukai Kanwil Kalbagtim menggelar operasi patroli koordinasi dengan pihak TNI-Polri untuk mencegah penyelundupan dari negara luar. (dok Istimewa)
Jakarta -

Ditjen Bea Cukai Kanwil Kalimantan Bagian Timur (DJBC Kalbagtim) menggelar operasi patroli koordinasi dengan pihak TNI-Polri. Patroli ini digelar untuk mencegah penyelundupan dari negara luar.

Kepala Bidang Penindakan dan Penyidikan DJBC Kalbagtim, Zaeni Rokhman, mengatakan wilayahnya berada di perairan strategis.

"Berbatasan langsung dengan Malaysia dan Filipina, juga sebagai jalur ALKI II, tentu menjadikan perairan Kalimantan Utara menjadi perairan yang strategis sekaligus rawan terhadap pelanggaran perbatasan dan kedaulatan serta pelanggaran peraturan perundang-undangan," kata Zaeni, Kamis (21/10/2021).

Dia mengatakan sektor pengawasan dan penegakan hukum harus tetap berjalan demi menjaga Indonesia dari kegiatan-kegiatan ilegal. Menurutnya keamanan dan ketertiban di wilayah Indonesia dilakukan sebagai program pemerintah untuk penanganan pandemi dan pemulihan ekonomi nasional.

"Kanwil DJBC Kalimantan Bagian Timur selaku instansi vertikal yang wilayah tugasnya meliputi Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara berkomitmen untuk memperkuat pengawasan atas wilayah perairan agar tetap kondusif," ucapnya.

Ditjen Bea Cukai Kanwil Kalbagtim menggelar operasi patroli koordinasi dengan pihak TNI-Polri untuk mencegah penyelundupan dari negara luar. (dok Istimewa)(dok Istimewa)

Patroli terkoordinasi ini dilakukan bersama Lantamal XIII Tarakan dan Direktorat Polairud Polda Kalimantan Utara. Dia mengatakan patroli gabungan ini untuk meningkatkan sinergi antar aparat.

Operasi Patroli Laut Terkoordinasi Akhir Tahun 2021 hari ini dibuka Kepala Kanwil DJBC Kalbagtim Kukuh Sumardono Basuki bersama Asisten Operasi (Asops) dan Asisten Intelijen (Asintel) serta Komandan Satuan Patroli Lantamal XIII Tarakan serta Direktur Polairud Polda Kaltara.

"Operasi Patroli Laut Terkoordinasi ini bertujuan mengirimkan sinyal tegas kepada para pihak bahwa mereka akan berhadapan dengan sinergi aparat penegak hukum di laut jika berupaya melakukan pelanggaran perbatasan, pelanggaran kedaulatan, dan pelanggaran peraturan perundang-undangan di wilayah perairan Kaltara," ungkapnya.

Dalam patroli ini dilibatkan sejumlah kapal yakni kapal patroli BC 15024, BC 30003, Kapal Angkatan Laut (KAL) Bunyu, dan Kapal Patroli (KP) Wibisana.

(jbr/aud)