Admin IG Polda Kalteng Diperiksa Propam Pasca Panggil Netizen ke Mapolda

Dwi Andayani - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 23:20 WIB
Poster
Ilustrasi (Foto: Edi Wahyono-detikcom)
Jakarta -

Humas Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) meminta maaf setelah admin Instagram-nya mencecar dan memanggil netizen ke Mapolda melalui direct message (DM). Admin berinisial Bripda BG itu akan diperiksa Propam.

"Nanti akan dibuat laporan oleh dia, laporan polisi, agar dia menjelaskan kenapa dia berbuat seperti itu. Setelah itu Propam akan memproses. Ya dia buat laporan, pada tanggal sekian, siapa, di mana, pukul berapa, melakukan kesalahan apa, kenapa, mengapa, saat itu kondisinya seperti apa. Nanti laporannya kami serahkan ke Propam untuk diperiksa apakah terpenuhi pelangaran kode etik," ujar Kabid Humas Polda Kalteng Kombes K Eko Saputro, saat dihubungi Rabu (20/10/2021).

Dia mengaku telah menegur dan memberikan arahan pada anggotanya. Dia juga mengakui kesalahan yang dibuat Bripda BG, serta menyampaikan maaf atas kejadian tersebut.

"Ya saya tegur anggota saya, saya arahkan kalau komen di medsos tidak seperti itu. Kalau dikritik itu, balas ucapkan 'terimakasih masukkannya, kami akan memberikan pelayanan lebih baik lagi ke masyarakat', bukan masalah emosi seperti itu," kata Eko.

"Itu perbuatan anggota saya, dia memang salah. Saya atas nama Polda Kalteng meminta maaf kepada netizen tersebut, netizen tersebut juga baik, merespons, sama-sama minta maaf (karena sudah viralin). Melalui akun Humas Polda Kalteng saya minta dibukakan maaf. (DM anggota) itu salah," sambungnya.

Sebelumnya, akun Instagram Humas Polda Kalteng jadi sorotan di media sosial. Sebab, admin akun tersebut mencecar seorang netizen melalui DM di Instagram.

Tangkapan layar DM dari akun Humas Polda Kalteng pun beredar di Twitter. Dalam DM tersebut terlihat admin menegur netizen yang berkomentar menggunakan kata 'mampus'. Komentar ini diketahui diberikan dalam postingan terkait mutasi Aipda Ambarita.

Selain menegur, admin akun Humas Polda Kalteng juga meminta netizen tersebut untuk datang ke Kantor Humas Polda Kalteng. Keduanya juga tampak memperdebatkan arti dari kata 'mampus' tersebut.

Menanggapi hal ini, Humas Polda Kalteng melalui akun Twitter resminya menyampaikan permohonan maaf.

"Saya Kabidhumas Polda Kalteng meminta maaf atas tindakan admin Humas Polda Kalteng yang kurang berkenan di hati sahabat netizen sekalian, kami mengucapkan terimakasih atas kritikan yang membangun Polri dan Polda Kalteng untuk menjadi lebih baik dalam," tulisnya.

Saksikan juga d'Mentor: Berani Scalping Saham Demi Profit

[Gambas:Video 20detik]



(dwia/idh)