Minat Jadi Pelaut? Bisa Keliling Dunia Gratis-Gaji Dibayar Dolar

Angga Laraspati - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 18:40 WIB
Pelaut
Ilustrasi/Foto: shutterstock

Kini, Hendrik sudah malang melintang di berbagai kapal. Sekarang, Hendrik sudah bisa keliling dunia dengan gratis dan dibayar dengan dollar. Hendrik pun mengatakan saat ini bayaran yang ia terima di kisaran US$ 7.300.

"Jadi pelaut itu enak, udah bisa keliling dunia gratis, dibayar lagi. Kalau secara general, gaji jadi pelaut itu untuk tingkat nahkoda atau chief engineer US$ 5.000 - US$ 10.000. Tapi tergantung dari kapal dan perusahaannya," tutur Hendrik.

Sementara itu, Kepala Bidang Penyelenggara Pendidikan BP3IP Marcello Lopulalan lulusan dari BP3IP memiliki peluang kerja yang luas. Mereka bisa bekerja di semua jenis kapal, mulai dari kapal tongkang hingga kapal pesiar.

Hanya, jenis-jenis kapal tertentu mengharuskan pekerjanya memiliki sertifikat tambahan. Sertifikat tersebut diambil oleh para pekerja di Singapura hingga Eropa, khususnya kapal-kapal di operasi pengeboran minyak.

"Itu mereka dasarnya dari sini (BP3IP), sertifikat tambahannya bisa mereka ambil di Singapura atau ambil di Eropa. Jadi biasanya perusahaan akan menyekolahkan atau para pekerja bisa membayar sendiri," jelas Marcello.

Soal gaji, Marcello menjelaskan para pelaut bisa mendapatkan gaji yang bervariasi tergantung dari kapal hingga tempat ia bekerja. Seperti Hendrik, menurut Marcello, yang bermain ke luar itu memang memiliki gaji yang besar.

Jadi tak menutup kemungkinan, para pelaut juga memiliki gaji yang biasa-biasa saja atau bahkan kadang-kadang kurang dari UMR. Hal tersebut terjadi karena mereka bekerja bermain di dalam negeri, seperti pelayaran sungai.

"Tapi kalau dia bermain di luar, itu memang lebih dari cukup (gajinya)," imbuhnya.

Marcello pun mengatakan BP3IP tetap akan membuka kelas untuk pelaut yang ingin meningkatkan skill melautnya. Tetapi, masa pandemi membuat BP3IP hanya membuka 1 kelas di tiap tingkat.

"Setiap bulan kami melakukan penerimaan, itu 10 kelas maksimal. Tingkat 1 dua kelas, tingkat 2 dua kelas, sampai tingkat 5. Kenapa? Karena kita tidak ingin menciptakan pengangguran. Sebab, karena pandemi banyak kapal yang tidak jalan, sehingga kami tidak ingin membuka sebanyak itu," paparnya.


(akn/ega)