Asal Usul Hari Santri Hingga Diperingati Tiap 22 Oktober

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 13:55 WIB
Asal Usul Hari Santri Hingga Diperingati Tiap 22 Oktober
Asal Usul Hari Santri Hingga Diperingati Tiap 22 Oktober (Foto: Kemenag)

Asal Usul Hari Santri: Tema Tahun 2021

Asal usul Hari Santri kini sudah diketahui. Selanjutnya bagaimana dengan tema yang diangkat tahun ini?

Merujuk pada laman resmi Kemenag, tema Hari Santri 2021 dirilis sejak Selasa (21/9) lalu di Kantor Kementerian Agama Jakarta. Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Muhadjir Efendi, Ketua Komisi VIII Yandri Susanto, perwakilan Kementerian/Lembaga, serta perwakilan ormas-ormas Islam hadir dalam rilis tema dan logo Hari Santri 2021.

"Terus terang saat membuat tema ini, saya tungguin langsung, Pak Menko. Diskusinya pun sampai tengah malam. Ternyata alhamdulillah, tema dan logo untuk Hari Santri ini filosofinya bagus sekali," tutur Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas, dilansir dari situs resmi Kemenag, Rabu (22/9/2021).

Hari Santri 2021 mengangkat tema 'Santri Siaga Jiwa dan Raga'. Tema ini sebagai bentuk pernyataan sikap santri di Indonesia agar senantiasa siap siaga menyerahkan jiwa dan raga untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Siaga Jiwa Raga juga diartikan sebagai komitmen seumur hidup santri untuk membela tanah air yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

Sementara itu, Siaga Jiwa diartikan bahwa santri tidak lengah menjaga kesucian hati dan akhlak, berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil'alamin serta tradisi luhur bangsa Indonesia. Makna ini diartikan bahwa santri tidak akan pernah memberikan celah masuknya ancaman ideologi yang dapat merusak pemikiran dan komitmen terhadap persatuan dan kesatuan Indonesia.

Siaga Raga diartikan bahwa badan, tubuh, tenaga, dan buah karya santri didedikasikan untuk Indonesia.

"Jadi, Siaga Jiwa Raga menjadi sangat penting di masa pandemi COVID-19 sekarang ini, di mana santri tetap disiplin dan tidak boleh lengah dalam menjaga protokol kesehatan 5M+1D (Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menjauhi Kerumunan, Mengurangi Mobilitas dan Doa) demi kepentingan bersama," kata Menag.


(izt/imk)