Petaka di Kuansing: Mantan Bupati Dijerat Jaksa, Yang Baru Tersangka KPK

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 11:30 WIB
Poster
Ilustrasi berkaitan dengan korupsi (Foto: ilustrasi oleh Edi Wahyono/detikcom)
Jakarta -

Sorotan tengah tertuju pada Kabupaten Kuantan Singingi atau yang biasa disingkat Kuansing. Pasalnya pemimpin kabupaten yang berada di Riau itu terjerat perkara korupsi.

Ironisnya bupati yang berurusan dengan hukum bukan hanya seorang tetapi 2 sekaligus yaitu mantan bupati dan bupati yang baru. Bupati sebelumnya yaitu Mursini dijerat Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau, sedangkan bupati yang baru yaitu Andi Putra baru-baru ini ditetapkan KPK sebagai tersangka.

Berikut pemaparan masing-masing kasus dari 2 penegak hukum yang menjerat mantan bupati dan bupati baru tersebut:

Mursini

Eks Bupati Kuansing Mursini saat keluar menuju mobil tahanan (Raja Adil Siregar/detikcom)Eks Bupati Kuansing Mursini saat keluar menuju mobil tahanan (Foto: Raja Adil Siregar/detikcom)

Mursini diketahui menjabat sebagai Bupati Kuansing untuk periode 2016-2021, setelah sebelumnya menjadi Wakil Bupati Kuansing untuk periode 2006-2011. Namun pada Juli 2021, Mursini ditetapkan Kejati Riau sebagai tersangka perkara korupsi terkait belanja barang dan jasa di Sekretariat Daerah (Setda) Kuansing.

Singkat cerita Mursini mulai duduk di kursi pesakitan pada 1 September 2021. Dia didakwa melakukan korupsi dana kegiatan di Setda Kuansing yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 13,3 miliar, di mana dana kegiatan itu bersumber dari APBD Kuansing untuk tahun 2017.

Mursini didakwa melanggar Pasal 11 juncto Pasal 18 ayat (1) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (selanjutnya disebut UU Tipikor). Korupsi yang diduga dilakukan Mursini itu berkaitan dengan 6 kegiatan yang ada di Setda Kuansing.

Dalam perkara ini sebelumnya jaksa telah menjerat 5 orang lainnya yaitu mantan Plt Sekda Muharlius, Kabag Umum M Saleh, Bendahara Ferdi Anantha, serta PPTK kegiatan Heti Herlia dan Yuhendrizal. Kelimanya telah divonis bersalah serta hukumannya sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Muncul Dugaan Uang ke 'Pegawai KPK'

Jaksa turut menyebutkan bila ada aliran uang dalam perkara korupsi itu yang mengalir ke sejumlah pihak termasuk istri Mursini serta sejumlah pihak dari DPRD Kuansing antara lain Andi Putra, Musliadi, dan Rosi Atali. Andi Putra saat itu menjabat sebagai Ketua DPRD Kuansing, yang menariknya adalah Andi Putra kini menjadi Bupati Kuansing menggantikan Mursini.

Selain itu ada pula aliran uang dari Mursini yang disebut jaksa disetorkan kepada orang yang mengaku sebagai pegawai KPK. Dana Rp 650 juta itu disetorkan dua kali, masing-masing Rp 500 juta dan Rp 150 juta pada 2017.

"Terdakwa memerintahkan saksi M Saleh untuk menyediakan uang Rp 500 juta untuk diserahkan kepada seseorang yang mengaku pegawai KPK," demikian ujar jaksa dalam dakwaan itu.

Namun dakwaan itu dibantah oleh Suroto selaku kuasa hukum dari Mursini. Menurut Suroto, kliennya tidak mungkin memberi uang ke oknum, apalagi yang mengaku sebagai pegawai KPK karena menurutnya Mursini tidak berperkara di KPK.

"Jadi terkait dakwaan uang Rp 650 juta untuk oknum pegawai KPK, itu kan versi saksi, ya. Dari awal klien saya membantah dan tidak pernah memerintahkan untuk itu," kata Suroto

"Klien saya juga tak ada berperkara di KPK. Jadi untuk apa harus menyetor ke KPK, itu hanya keterangan Ferdi dan Saleh," imbuh Suroto.

Firli Bahuri Vs Jaksa Kuansing

Dakwaan mengenai aliran duit Mursini ke 'pegawai KPK' itu sempat memunculkan adu pantun antara Ketua KPK Firli Bahuri dengan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kuansing Hadiman. Perkara ini memang sebelumnya diusut Kejari sebelum akhirnya diambil alih Kejati Riau.

Kala itu Firli meminta agar dugaan pemberian uang dari Mursini ke 'pegawai KPK' itu dibuktikan. Firli meminta jaksa Kuansing membongkar siapa sosok yang mengaku sebagai pegawai KPK itu.

"Ungkap saja dan seharusnya ini harus diungkap," kata Firli Bahuri.

"Bukan cuma pengakuan, tapi dibuktikan," imbuh Firli.

Menanggapi itu, Hadiman selaku Kajari Kuansing berjanji akan mengungkap hal tersebut di persidangan. Dakwaan itu, kata Hadiman, disusun berdasarkan bukti-bukti yang ditemukan penyidik saat proses pemeriksaan.

"Dari penyidikan sudah kami buktikan. Di persidangan dibacakan kemarin dakwaan aliran dana, diduga dana sampai kepada (orang yang mengaku) pegawai KPK Rp 650 juta," kata Hadiman.

"Ini bukan terdakwa Mursini yang ungkap, tetapi orang-orang yang disuruh. Itu ada Saleh, Ferdi, dan Muharlius dan semuanya sudah ada dalam putusan pengadilan dan berkekuatan hukum tetap. Di persidangan pasti dibuktikan. Tinggal nanti bagaimana terdakwa mau atau tidak membuka ini, karena saksi semua bilang disuruh Mursini," imbuhnya.

Kini persidangan untuk Mursini masih berlangsung. Di sisi lain KPK malah mengungkap adanya perkara lain dari bupati baru pengganti Mursini yaitu Andi Putra.

Bagaimana kisahnya? Silakan ke halaman berikutnya.

Lihat Video: Usai Diperiksa di Polda Riau, Bupati Kuansing Dibawa ke KPK

[Gambas:Video 20detik]