Politikus PD Apresiasi Kapolri: Kebijakannya Selalu Mendinginkan Suasana

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 21 Okt 2021 08:45 WIB
Jansen Sitindaon (Dok Pribadi)
Politikus Partai Demokrat Jansen Sitindaon Foto: (Dok Pribadi)
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan perintah tegas kepada jajarannya agar tidak antikritik dan menerima masukan publik. Selain itu juga agar langsung memecat polisi yang melakukan pelanggaran. Politikus Partai Demokrat (PD) Jansen Sitindaon mengapresiasi hal ini.

Jansen mengatakan, dirinya kerap memperhatikan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan Kapolri dalam menangani persoalan internal. Dia menyebut, kebijakan Jenderal Sigit selalu mendinginkan suasana.

"Pelan-pelan tumbuh juga apresiasi kita lihat Kapolri Pak @ListyoSigitP ini," kata Jansen lewat akun Twitter-nya @jansen_jsp seperti dilihat detikcom, Rabu (20/10/2021).

Jansen juga berpendapat wajah Polri kini makin ramah di era kepemimpinan Jenderal Sigit. Dia mendukung Kapolri untuk terus melakukan perbaikan.

"Sudah berkali-kali melalui pernyataan dan kebijakannya selalu mendinginkan suasana. Termasuk wajah negara & aparatur yang galak jadi agak ramah di tangan beliau. Kita dukung untuk beliau terus lakukan perbaikan," sambungnya.

Seperti diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan kepada seluruh jajarannya untuk memberikan tindakan tegas kepada oknum anggota kepolisian yang melanggar aturan saat menjalankan tugas. Sigit menekankan kepada seluruh kapolda dan kapolres tidak ragu memberi sanksi tegas berupa pidana atau pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) kepada personel yang tidak menjalankan tugas sesuai dengan aturan.

"Perlu tindakan tegas. Jadi tolong tidak pakai lama, segera copot, PTDH, dan proses pidana. Segera lakukan dan ini menjadi contoh bagi yang lainnya. Saya minta tidak ada kasatwil yang ragu. Bila ragu, saya ambil alih," kata Sigit dalam arahannya kepada jajaran melalui video conference di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (19/10).

Menurut mantan Kapolda Banten ini, perbuatan oknum anggota kepolisian telah merusak marwah dari institusi Polri. Hal itu juga telah mencederai kerja keras dan komitmen dari personel Korps Bhayangkara yang telah bekerja secara maksimal untuk masyarakat.

Sigit mencontohkan kerja keras dan perjuangan anggota Polri yang positif adalah dengan berjibaku melakukan penanganan dan pengendalian pandemi COVID-19. Di antaranya memastikan penyaluran bansos tepat sasaran, melakukan akselerasi vaksinasi, dan memastikan protokol kesehatan (prokes) berjalan dengan baik.

Karena itu, Kapolri Sigit berharap tindakan tegas terhadap oknum polisi yang melanggar aturan dapat memberikan efek jera. Sebab, kelakuan oknum tersebut berpotensi menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap Polri, yang selama ini telah mendapatkan tren positif.

"Saya tidak mau ke depan masih terjadi hal seperti ini, dan kita harus melakukan tindakan tegas. Karena kasihan anggota kita yang sudah kerja keras, yang capek yang selama ini berusaha berbuat baik, terus kemudian hancur gara-gara hal-hal seperti ini. Tolong ini disikapi dengan serius, kemudian lakukan langkah-langkah konkret yang baik," ujar eks Kabareskrim Polri itu.

Di sisi lain, Kapolri Sigit memberikan apresiasi kepada seluruh personel yang selama ini telah berjuang dan bekerja keras yang menjaga nama baik institusi serta bekerja untuk kepentingan Bangsa Indonesia. Ia berharap perilaku oknum tersebut tak mengendurkan semangat personel yang telah bekerja baik selama ini.

"Saya berikan apresiasi atas kerja keras, tetap semangat, dan yakini apa yang dilakukan di lapangan benar sesuai SOP. Namun, bila ada kesengajaan dan pelanggaran dari oknum yang bisa menjatuhkan marwah institusi, saya minta tak ada keraguan untuk memberikan tindakan tegas," ucap Sigit.

(hri/fjp)