Ketua Ombudsman Apresiasi TR Kapolri Tindak Tegas Polisi Kasar

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 19 Okt 2021 16:04 WIB
Ketua Ombudsman RI Mokhamad Najih (Luqman/detikcom)
Foto: Ketua Ombudsman RI Mokhamad Najih (Tengah)/ dok detikcom
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengeluarkan surat telegram (TR) terkait perintah penindakan tegas bagi anggota yang melakukan kekerasan berlebihan. Ketua Ombudsman Mokhammad Najih mengapresiasi sikap Kapolri ini.

"Ya saya kira kita perlu menyambut baik ya instruksi Kapolri tersebut. Itu sesuai dengan tagline yang beliau tawarkan, polisi Presisi," kata Najih kepada wartawan, Selasa (19/10/2021).

Najih menyebut, tindakan tidak profesional yang dilakukan oknum Polri di sejumlah wilayah bisa membuat citra Polri kurang baik. Karena itu, dia mengapresiasi Kapolri mengambil langkah cepat dan tegas.

"Ini menunjukkan bahwa Kapolri ingin membawa kepolisian ke dalam sikap yang betul-betul profesional," ujarnya.

Menurut Najih, Komjen Sigit sejak awal menjabat Kapolri ingin mewujudkan Polri yang Presisi (Prediktif, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan). Karena itu, oknum polisi yang tidak sejalan dengan konsep itu, pasti ditindak tegas.

"Apa yang terjadi di bawah berarti tidak memperhatikan komando yang telah diinstruksikan, sehingga Kapolri perlu mengambil sikap tegas seperti itu," ujar Najih.

"Saya kira saya sangat mendukung apa yang dilakukan Kapolri hari ini," sambungnya.

Diketahui, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menerbitkan surat telegram (STR) setelah kasus oknum polisi membanting mahasiswa di Tangerang, Banten, hingga polisi lalu lintas (polantas) menganiaya pengendara sepeda motor di Sumatera Utara. Sigit meminta para kapolda menindak tegas para anggota yang melakukan pelanggaran dengan menggunakan kekerasan secara berlebihan.

"Benar," ujar Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono saat dimintai konfirmasi, Senin (18/10/2021).

Telegram itu bernomor ST/2162/X/HUK2.9/2021. Surat telegram tersebut diterbitkan dan ditandatangani oleh Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo atas nama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

Melalui surat telegram tersebut, Sigit menyoroti 3 kasus kekerasan yang dilakukan anggota Polri baru-baru ini.

"Satu, kasus Polsek Percut Sei Tuan, Polrestabes Medan, Polda Sumut, yang diduga tidak profesional dan proporsional dalam penanganan kasus penganiayaan. Dua, pada tanggal 13 Oktober 2021, terjadi kasus anggota Polresta Tangerang Polda Banten membanting mahasiswa yang melakukan unjuk rasa. Tiga, pada tanggal 13 Oktober 2021, terjadi kasus anggota Satlantas Polresta Deli Serdang Polda Sumut melakukan penganiayaan terhadap pengendara sepeda motor," tulis Sigit.

(hri/fjp)