RI Terima Lagi Donasi Vaksin AstraZeneca dari Australia dan Jepang

Angga Laraspati - detikNews
Rabu, 20 Okt 2021 20:19 WIB
Petugas kargo membongkar muat vaksin COVID-19 AstraZeneca di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Kamis (2/9/2021). Sebanyak 500 ribu dosis vaksin AstraZeneca tiba di Indonesia yang merupakan dose sharing dari Pemerintah Australia. ANTARA FOTO/FAUZAN/rwa.
Foto: ANTARA FOTO/FAUZAN
Jakarta -

Indonesia kembali kedatangan dua tahap vaksin sekaligus, yakni tahap ke-93 dan tahap ke-94. Untuk tahap ke-93, berupa vaksin AstraZeneca donasi pemerintah Australia dalam jumlah 1,2 juta dosis dan tahap ke-94, vaksin yang sama donasi pemerintah Jepang dalam jumlah 224.000 dosis vaksin.

Dengan tambahan dua tahap kedatangan vaksin ini maka total vaksin yang telah tiba di tanah air mencapai 286.724.400 dosis. Vaksin tersebut berasal dari berbagai merek baik dalam bentuk jadi maupun bulk atau bahan baku.

"Vaksin tahap ke-93 tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu, 20 Oktober 2021 pukul 14:25 WIB dan tahap ke-94 dijadwalkan tiba di Bandara Soekarno-Hatta Rabu, 20 Oktober 2021 Pukul 23:50 WIB," ujar Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Usman Kansong dalam keterangan tertulis, Rabu (20/10/2021).

Usman menyampaikan terima kasih dan penghargaan atas kedatangan vaksin AstraZeneca yang merupakan hibah Pemerintah Australia dan Pemerintah Jepang. Menurutnya, kerja sama antar negara-negara di dunia sangatlah penting dalam upaya penanganan COVID-19 yang telah memakan sangat banyak korban jiwa ini.

"Indonesia berperan aktif dalam upaya menyetarakan akses vaksin bagi negara-negara di dunia," tutur Usman.

Selain itu, Usman menyebut Indonesia juga berpartisipasi dalam upaya pengembangan dan transfer pengetahuan vaksin COVID-19 untuk kawasan Asia Pasifik. Di dalam negeri, Indonesia terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi.

Usman juga mengungkapkan dengan kondisi geografis dan banyaknya jumlah penduduk Indonesia punya tantangan untuk bisa segera mencapai terbangunnya herd immunity atau kekebalan kelompok. Menurutnya, dibutuhkan kerja sama dan peran serta semua elemen agar program vaksinasi nasional ini bisa semakin cepat dan luas dan yang terpenting peran serta partisipasi masyarakat.

"Bersamaan dengan itu, pemerintah tak lupa mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan," tuturnya.

Usman mengungkapkan masih ada sejumlah daerah yang capaian vaksinasinya belum sesuai target. Untuk itu, pemerintah pusat mendorong daerah-daerah terus melakukan percepatan dan perluasan vaksinasi bagi warganya.

"Tentu dengan melibatkan sejumlah instansi, seperti TNI dan Polri," kata Usman.

(akd/ega)